Prof. Dr. H. Masnun Tahir. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menjawab keraguan DPRD Lombok Barat (Lobar) atas keseriusan membangun kampus di lahan hibah yang diberikan Pemkab Lobar. Institusi pendidikan tersebut memastikan proses penembokan keliling dan pengurukan lahan akan dimulai tahun ini.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, menyambut baik masukan DPRD Lobar yang perhatian kepada lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, rencana tahapan awal untuk pembangunan Kampus 3 itu sudah disampaikan juga kepada Bupati Lobar beberapa waktu lalu.

“Kami berterima kasih atas sumbangan, bantuan dari Pemda Lombok Barat. Kemudian yang kedua, juga masukan-masukan dari Dewan Lombok Barat untuk mengingatkan kami. Mungkin kami belum lapor secara komprehensif kepada Bapak Bupati maupun Pemda (dan DPRD) Lobar,” terang Masnun kepada awak media di Kampus UIN Mataram, Rabu (24/6).

Komitmen keseriusan pembangunan Kampus 3 itu ditunjukkan UIN sejak awal menerima hibah. Pengusulan pembangunan kepada Kementerian Agama pusat pada 2024 lalu langsung dilakukan. Rencana pembangunan yang awalnya dimulai pada awal 2025 sempat tertunda lantaran dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

“Semua kita tahu 2025 itu awal efisiensi. Tetapi di akhirnya sekitar bulan November, Desember itu terjadi relaksasi,” ungkapnya.

Sayangnya, meski relaksasi anggaran itu diperoleh saat akhir tahun, namun mepetnya tahun anggaran membuat UIN tidak mengambil risiko pembangunan tembok keliling saat itu. Sehingga pengalihan penganggaran di tahun 2025 dilakukan dan dikerjakan 2026.

“Tidak mungkin kita akan mengeksekusi karena itu di akhir tahun. Nah, tahun ini kami sudah anggarkan perencanaan untuk penembokan dan pengerasan atau uruk tanah yang ada di Kampus 3,” terangnya.

Penyiapan berkas tender pengerjaan penembokan dan pengurukan lahan seluas 3 hektare untuk diusulkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian sedang berproses. Rencananya, penyiapan berkas akan selesai di bulan ini, untuk selanjutnya Juli dilakukan tender proyek dan Agustus mulai pengerjaan.

“Siapa yang akan mengerjakan, tergantung hasil Pokja (UKPBJ),” pungkasnya.
Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof. Dr. M. Saleh Ending, menambahkan tidak ada niatan UIN menelantarkan lahan yang sudah dihibahkan Pemkab Lobar tersebut. Tertundanya proses pembangunan itu murni dampak efisiensi anggaran di awal tahun 2025 lalu. Namun, pihaknya memastikan progres pembangunan akan dimulai tahun ini dengan penembokan dan pengurukan lahan.

“Pemda sudah baik ke kita, tidak mungkin kita membiarkan (menelantarkan) tanah itu,” ucapnya.

Kampus 3 UIN Mataram yang ada di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung itu rencananya menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi. Sejauh ini UIN sudah memiliki program studi Ilmu Kesehatan, K3, dan Kedokteran.

Keberadaan Kampus 3 UIN itu dinilai akan memberikan efek domino dari sisi pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat. UIN sudah lama bekerja sama dengan RSUD Tripat Gerung untuk menjadi lokasi praktik dan rumah sakit kampus UIN. Bahkan tidak menutup kemungkinan, institusi negeri itu mengakomodasi beasiswa untuk mahasiswa Lobar di sekitaran kampus tersebut.

“Mungkin akan ada afirmasi lokal untuk mengakomodasi beasiswa. Karena UIN setiap tahun ada beasiswa KIP, ada Beasiswa BI, Beasiswa BLU, Beasiswa Prestasi, dan Beasiswa PLN. Artinya menjadi pertimbangan ketika fakultasnya ada di sana (Gapuk, Gerung), pasti menjadi pertimbangan warga lokal memperoleh beasiswa,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengaku sudah menerima laporan Rektor UIN terkait rencana pembangunan kampus 3 tersebut. Bahkan pihak UIN berjanji progres pembangunan akan dimulai tahun ini dengan penembokan keliling dan pengurukan lahan seluas 3 hektare itu.
Meski demikian, LAZ mengaku akan tetap melihat keseriusan UIN seperti apa yang diutarakan DPRD Lobar.

“Sesuai saran DPRD, kita evaluasi,” ungkap LAZ yang dikonfirmasi di sela acara di Kantor Camat Gunungsari.

Menurutnya, pemberian hibah itu dilakukan pada 2024 lalu di masa pemerintahan sebelumnya atas persetujuan DPRD Lobar. Namun, jika kemudian DPRD menarik kembali hibah itu atas dasar evaluasi penelantaran lahan, tentu pihaknya di eksekutif akan melakukannya.

“Kalau DPRD yang ngomong, dibuktikanlah, karena mereka yang memberikan. Karena kalau saya hanya menunggu bola (rekomendasi DPRD). Ketika dicabut ya kita akan cabut,” ucap LAZ.

Meski demikian, LAZ masih melihat niat baik dari UIN Mataram yang mengaku akan memulai proses di tahun ini, sembari melakukan pengawasan.

“Sudah ke saya Rektor UIN, katanya mau penembokan, tapi nanti kita buktikan (janjinya). Tapi sudah saya sampaikan juga, kalau tidak dipergunakan, saya mau ambil balik,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *