MATARAM – Partisipasi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 membuahkan hasil menggembirakan. Hingga akhir kegiatan, pelaku industri pariwisata NTB berhasil mencatat potensi transaksi paket wisata hampir mencapai Rp20 miliar, melampaui target awal yang ditetapkan.
Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa minat pasar terhadap destinasi wisata NTB terus meningkat, baik dari buyer domestik maupun mancanegara. Selain Lombok yang telah dikenal luas, sejumlah destinasi di Pulau Sumbawa juga mulai menarik perhatian pelaku industri pariwisata internasional.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menjelaskan bahwa nilai yang tercatat selama BBTF 2026 masih berupa potensi transaksi atau business dealing yang terjalin antara seller dari NTB dengan buyer dari berbagai negara.
“Potensi transaksi yang berhasil dibukukan hampir mencapai Rp20 miliar. Ini tentu menjadi capaian yang menggembirakan karena sebelumnya target kami sekitar Rp15 miliar, kemudian dinaikkan menjadi Rp25 miliar. Angka yang sudah tercapai saat ini menunjukkan antusiasme pasar yang sangat baik terhadap destinasi NTB,” ujarnya.
Menurut Sahlan, mekanisme transaksi dalam pameran pariwisata internasional berbeda dengan transaksi wisata domestik yang umumnya dilakukan secara langsung. Buyer internasional biasanya membutuhkan waktu untuk melakukan komunikasi lanjutan, menyusun paket perjalanan, hingga menyepakati kerja sama bisnis sebelum transaksi direalisasikan.
“Di BBTF, yang terjadi adalah penjajakan bisnis. Setelah kembali ke negara masing-masing, para buyer akan melakukan pembahasan lebih lanjut, menyusun paket wisata, lalu masuk ke tahap transaksi. Karena itu, potensi yang tercatat saat ini masih sangat mungkin bertambah,” jelasnya.
Dari berbagai produk yang dipromosikan, wisata bahari dan pantai masih menjadi primadona. Keindahan pantai-pantai di Lombok dan Sumbawa tetap menjadi daya tarik utama bagi buyer yang mencari destinasi tropis dengan pengalaman autentik.
Selain itu, muncul tren baru berupa minat terhadap paket wisata lintas destinasi yang menghubungkan Lombok, Sumbawa, Bima hingga Labuan Bajo. Paket perjalanan seperti ini dinilai memiliki prospek besar karena menawarkan pengalaman wisata yang lebih lengkap dalam satu rangkaian perjalanan.
“Wisata pantai masih menjadi produk yang paling diminati. Namun kami juga melihat ketertarikan terhadap paket perjalanan yang menghubungkan Lombok, Sumbawa, Bima hingga Labuan Bajo. Ini membuka peluang besar untuk memperkuat konektivitas destinasi di kawasan timur Indonesia,” kata Sahlan.
Yang menarik, sejumlah buyer internasional mulai menunjukkan minat besar terhadap destinasi wisata di Pulau Sumbawa. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi upaya pemerataan pembangunan sektor pariwisata di NTB yang selama ini masih terkonsentrasi di Pulau Lombok.
Menurut Sahlan, BPPD NTB secara konsisten mendorong promosi destinasi di Sumbawa, Dompu dan Bima agar semakin dikenal oleh pasar global. Berbagai potensi unggulan seperti Teluk Saleh dengan wisata hiu paus, Pulau Moyo, Gunung Tambora, Pantai Lakey, hingga kekayaan budaya lokal menjadi daya tarik yang mulai dilirik buyer internasional.
“Selama ini wisatawan lebih banyak mengenal Lombok. Karena itu kami terus mendorong promosi destinasi di Pulau Sumbawa. Alhamdulillah, pada BBTF tahun ini mulai terlihat ketertarikan buyer terhadap destinasi-destinasi baru di Sumbawa. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk mengurangi disparitas pengembangan pariwisata antara Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.
Ia menilai meningkatnya minat terhadap Sumbawa menunjukkan bahwa pasar internasional mulai mencari destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda, lebih autentik, dan belum terlalu padat wisatawan.
Optimisme terhadap hasil BBTF 2026 juga semakin besar karena komunikasi bisnis antara seller dan buyer masih terus berlangsung. Bahkan saat ini sejumlah buyer dari berbagai negara masih mengikuti rangkaian familiarization trip (famtrip) di Lombok untuk melihat langsung potensi destinasi yang dipromosikan selama pameran.
“Kami berharap dalam beberapa hari ke depan masih ada tambahan transaksi dari hasil komunikasi lanjutan dengan para buyer. Potensinya masih sangat terbuka karena proses negosiasi dan penjajakan kerja sama terus berjalan,” katanya.
Keikutsertaan NTB dalam BBTF 2026 mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia. Kehadiran pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas pasar wisata NTB di tingkat global.
Lebih dari sekadar nilai transaksi, hasil BBTF 2026 diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memperkuat jaringan bisnis pariwisata internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. (jho)
