KEHADIRAN Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, dalam ajang Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali bukan sekadar agenda promosi wisata biasa. Momentum ini menjadi panggung penting untuk memperkenalkan identitas baru pariwisata Nusa Tenggara Barat melalui konsep “Meaningful Lombok Sumbawa”.

Di tengah persaingan global industri pariwisata, Lombok dan Sumbawa kini tidak lagi hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga pengalaman perjalanan yang memiliki makna mendalam bagi wisatawan.

BBTF dikenal sebagai salah satu travel mart internasional terbesar di Indonesia yang mempertemukan buyer, seller, investor, hingga pelaku industri wisata dari berbagai negara. Tahun 2026, NTB hadir dengan misi besar memperkuat pasar premium Eropa dan Amerika sekaligus memperkenalkan wajah pariwisata NTB yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis pengalaman emosional.

Keikutsertaan NTB dalam BBTF 2026 menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ingin membawa Lombok dan Sumbawa naik kelas sebagai destinasi wisata premium dunia.

Strategi ini sangat relevan dengan tren global pariwisata saat ini. Wisatawan internasional mulai bergeser dari wisata massal menuju slow tourism, eco tourism, spiritual tourism, cultural immersion, hingga experiential tourism. Mereka tidak lagi hanya mencari tempat indah untuk difoto, tetapi pengalaman yang mampu meninggalkan kesan emosional dan personal.

Di sinilah konsep “Meaningful Lombok Sumbawa” menjadi penting. Konsep ini menempatkan perjalanan sebagai pengalaman hidup, bukan hanya aktivitas rekreasi. Wisatawan yang datang ke Lombok dan Sumbawa diajak untuk merasakan budaya lokal, memahami nilai tradisi masyarakat, menikmati alam secara lebih sadar, serta membangun koneksi emosional dengan destinasi yang dikunjungi.

Branding pariwisata NTB sebenarnya sejak lama telah dibangun melalui identitas “Pesona Lombok Sumbawa” yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni alam, budaya, dan kreativitas manusia.

Konsep “Meaningful Lombok Sumbawa” dapat dipandang sebagai evolusi dari branding tersebut. Jika sebelumnya fokus utama berada pada keindahan destinasi, maka kini orientasinya berkembang menuju kualitas pengalaman wisatawan.

Lombok memiliki kekuatan besar dalam wisata berbasis spiritualitas, budaya, dan alam. Gunung Rinjani bukan hanya destinasi pendakian kelas dunia, tetapi juga ruang refleksi bagi banyak wisatawan. Perjalanan menuju puncak menghadirkan pengalaman tentang ketenangan, perjuangan, dan hubungan manusia dengan alam.

Desa adat Sasak seperti Sade dan Bayan memperlihatkan bagaimana tradisi tetap hidup di tengah modernitas. Wisatawan dapat belajar tentang tenun tradisional, arsitektur lokal, adat istiadat, hingga filosofi hidup masyarakat Sasak. Selain itu, kawasan Mandalika memperlihatkan bagaimana NTB berupaya memadukan sport tourism internasional dengan identitas budaya lokal.

Jika Lombok lebih dikenal secara global, maka Sumbawa menawarkan sisi Indonesia yang lebih autentik dan alami. Pulau Moyo menghadirkan wisata eksklusif berbasis alam dan konservasi. Lakey dikenal sebagai salah satu surga surfing dunia, sementara budaya lokal seperti Barapan Kebo menjadi daya tarik unik berbasis tradisi masyarakat.

Sumbawa sangat potensial menjadi destinasi meaningful tourism karena belum terlalu padat wisatawan, masih alami, dan memiliki interaksi sosial yang lebih hangat dengan masyarakat lokal. Dalam berbagai diskusi wisatawan internasional, Lombok dan Sumbawa mulai dilihat sebagai alternatif wisata berkualitas di luar Bali, terutama bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman yang lebih personal. [Diskusi wisatawan internasional tentang Lombok dan Sumbawa](https://www.reddit.com/r/indonesia/comments/zpa9j0/?utm_source=chatgpt.com)

Kehadiran NTB di BBTF 2026 juga memiliki dimensi diplomasi ekonomi kreatif. Melalui forum internasional tersebut, NTB tidak hanya menjual destinasi wisata, tetapi juga budaya, produk UMKM, kuliner lokal, ekonomi kreatif, hingga investasi pariwisata berkelanjutan.

Pemerintah NTB saat ini juga memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan serta pembiayaan syariah untuk desa wisata dan pelaku kreatif lokal. [Penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif NTB](https://ntbprov.go.id/post/ntb-perkuat-ekosistem-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-melalui-pembiayaan-syariah?utm_source=chatgpt.com).

Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata NTB diarahkan agar manfaat ekonominya tidak hanya dinikmati investor besar, tetapi juga masyarakat lokal.

Tren global kini mengarah pada quality tourism atau pariwisata berkualitas. Banyak daerah wisata dunia mulai lebih selektif terhadap model pariwisata massal yang berpotensi merusak lingkungan dan budaya lokal. Karena itu, “Meaningful Lombok Sumbawa” dapat menjadi positioning strategis bagi NTB, bukan untuk meniru Bali, tetapi menghadirkan identitas sendiri dengan karakter wisata yang lebih tenang, autentik, dan berkelanjutan.

NTB memiliki modal besar, mulai dari Gunung Rinjani, Mandalika, Gili Tramena, Tambora, Pulau Moyo, budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo, hingga puluhan event wisata sepanjang 2026. [Kawasan strategis pariwisata NTB](https://lomboksumbawatourism.ntbprov.go.id/kawasan-strategis/kawasan-strategis-pariwisata-nasional-kspn/?utm_source=chatgpt.com)

BBTF 2026 menjadi simbol bahwa Lombok dan Sumbawa sedang bergerak menuju panggung wisata dunia dengan identitas yang lebih matang. Pariwisata masa depan bukan lagi tentang siapa yang paling ramai, tetapi siapa yang mampu menghadirkan pengalaman paling berkesan.

Dan Lombok Sumbawa memiliki semua unsur itu. Alam yang memukau, budaya yang hidup, masyarakat yang ramah, serta pengalaman perjalanan yang mampu menyentuh sisi emosional wisatawan.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi tentang makna yang dibawa pulang. Itulah semangat dari “Meaningful Lombok Sumbawa”. (abdus syukur)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *