77649

LOMBOK TENGAH – Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) NTB dalam mengantisipasi bencana banjir mendapat apresiasi dari masyarakat. Pembangunan beronjong di sejumlah titik rawan dinilai efektif sebagai langkah mitigasi yang memberikan rasa aman bagi warga. Salah satunya yang berlokasi di Dusun Kending Sampi Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Sejumlah warga di wilayah terdampak mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah, khususnya Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang dinilai cepat merespons persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Beronjong yang dibangun di bantaran sungai dan titik rawan longsor kini mulai dirasakan manfaatnya.

“Dulu setiap hujan deras kami selalu was-was karena air sungai sering meluap. Sekarang dengan adanya beronjong, kondisi kami akan jauh lebih aman,” ujar salah seorang warga, Palahudin, Selasa, (05/05).

Menurut masyarakat, pembangunan beronjong tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan longsor, tetapi juga membantu mengendalikan aliran air agar tidak meluap ke permukiman. Hal ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana. Di Desa Kabul sendiri, dusun Kending Sampi salah satu lokasi rawan banjir. Dimana di beronjongan tersebut titik bertemunya dua sungai dari desa sebelah. Kejadian tersebut memantik gubernur NTB beberapa waktu lalu turun meninjau lokasi. Tidak banyak bicara, seketika gubernur membangunkan beronjongan.

“Alhamdulillah sekarang sudah selesai dibangun,” ucap Palah.

Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan solusi jangka panjang yang patut diapresiasi. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan di wilayah lain yang memiliki potensi bencana serupa.

“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dan berterimaksih atas perhatian Gubernur NTB Miq Iqbal,” ucap Zaenal Arifin di lokasi.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri terus mendorong program mitigasi bencana berbasis infrastruktur sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap melanda daerah tersebut.

Dengan adanya pembangunan beronjong ini, masyarakat berharap ancaman banjir yang selama ini menghantui dapat diminimalisir, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman.

“Setiap tahun kami bersama warga terancam banjir terutama dimusim hujan. Alhamdulillah sekarang, kami tidak takut khawatir akan naiknya air sungai,” ungkapnya. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *