PELAKSANAAN : Suasana Rakernas V IHGMA yang berlangsung di kawasan Senggigi NTB, Jumat (17/4). (Ist)

LOBAR— Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V yang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (17/4). Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi internal, juga menetapkan arah baru bagi organisasi tersebut.

Dari rakernas itu, Kota Bandung ditunjuk menjadi lokasi Kongres Nasional IHGMA pada tahun 2027 mendatang.

Pemilihan tuan rumah kongres tersebut dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara atau *voting* yang demokratis oleh para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dalam sidang pleno. Dari 21 DPD yang hadir dan memberikan suara, Kota Bandung di Jawa Barat unggul secara signifikan dengan memperoleh 11 suara, mengalahkan Kalimantan Timur yang mendapatkan dukungan dari 3 DPD. Keputusan ini disambut positif sebagai langkah persiapan jangka panjang organisasi dalam menyambut estafet kepemimpinan dan agenda besar empat tahunan tersebut.

Selain agenda pemilihan tuan rumah kongres, Rakernas V ini memberikan penekanan khusus pada penguatan sistem manajerial organisasi. Masalah transparansi keuangan dan pemutakhiran basis data keanggotaan menjadi poin krusial yang dibahas secara mendalam. IHGMA berupaya menciptakan standar pelaporan yang lebih profesional dan modern untuk mendukung kredibilitas asosiasi di mata publik maupun pemangku kepentingan.

Ketua Umum IHGMA, Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa, menjelaskan bahwa standarisasi pelaporan keuangan prioritas utama untuk memastikan seluruh tingkatan organisasi memiliki keseragaman data.

“Salah satu yang kita dorong adalah sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi dari DPD ke DPP, sehingga semua memiliki format dan data yang sama. Ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas organisasi,” ujar I Gede Arya Pering Arimbawa dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Arya menambahkan bahwa IHGMA kini tengah memperluas paradigma keanggotaannya. Organisasi berkomitmen merangkul para profesional perhotelan yang sudah purna tugas atau pensiun. Langkah ini diambil agar pengalaman luas yang dimiliki para senior tetap bisa disalurkan untuk membimbing para manajer muda.

“Senior-senior ini tetap kita ajak berkolaborasi, karena kita butuh insight dan guidance mereka,” tambahnya.

IHGMA menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan industri pariwisata nasional. Organisasi ini berambisi menghimpun seluruh General Manager (GM) hotel di Indonesia untuk bersatu dalam satu wadah guna meningkatkan standar profesionalisme dan integritas. Visi ini tidak hanya berhenti di level domestik, melainkan juga menargetkan perluasan jejaring hingga ke tingkat ASEAN dan internasional.

Arya menekankan bahwa kekuatan jejaring (networking) untuk menghadapi persaingan global. Dengan komunikasi yang solid dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, para GM diharapkan mampu bertukar informasi dan peluang bisnis secara lebih efektif.

“Networking ini penting, dari Sabang sampai Merauke kita harus saling kenal. Ke depan kita ingin bicara lebih luas lagi, sampai level ASEAN,” jelasnya dengan optimis.

Berdasarkan laporan sidang komisi, Rakernas kali ini mencatat kehadiran 21 DPD dari total 28 DPD yang ada di Indonesia. Secara finansial, kondisi organisasi menunjukkan tren positif dengan total saldo kas gabungan dari DPD yang melaporkan per tahun 2025 mencapai Rp1,26 miliar. Prestasi individu DPD juga diapresiasi, di mana DPD Bali sukses mendominasi penghargaan melalui kategori kegiatan terbaik, partisipasi peserta terbanyak, hingga kolektivitas laporan yang mencapai angka 95 persen.

Acara Rakernas V IHGMA secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, melalui prosesi pemukulan gong. Dalam sambutannya, pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi atas terpilihnya NTB sebagai tuan rumah acara berskala nasional ini. Kehadiran para pimpinan hotel dari seluruh Indonesia diharapkan mampu membawa dampak positif bagi geliat pariwisata lokal.

Indah Damayanti Putri menyoroti peran vital sektor perhotelan dalam menggerakkan roda ekonomi dan mendukung program pembangunan daerah, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami berharap Rakernas ini menjadi momentum penguatan sektor pariwisata, khususnya di NTB,” ungkap Wagub dalam sambutannya.

Melalui Rakernas ini, IHGMA membuktikan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang lebih inklusif dan transparan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari vendor, akademisi, hingga pemerintah, diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri perhotelan yang lebih tangguh dalam menghadapi dinamika pasar di masa depan. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *