LOBAR—Seluruh rangkaian persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 telah mencapai tahap final. Sebanyak 840 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Lombok Barat (Lobar) dinyatakan siap diberangkatkan menunaikan ibadah Haji. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, para jemaah ini akan terbagi ke dalam tiga Kelompok Terbang (Kloter), dengan keberangkatan perdana yang dijadwalkan pada Kamis, 23 April 2026 mendatang.
Acara Silahturahmi dan persiapan keberangkatan digelar Pemkab Lobar, di Bencingah Agung Kantor Bupati, Selasa (14/4). Langkah koordinasi intensif dilakukan, memastikan transisi jemaah dari daerah asal menuju asrama haji hingga ke Arab Saudi berjalan tanpa kendala teknis. Pembekalan pemahaman mendalam mengenai alur keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan atau kebingungan pada hari H pemberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Haji Provinsi NTB, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa penguatan fase akhir bagi para jemaah sangat krusial dilakukan sebelum mereka benar-benar dilepas ke embarkasi.
“Hari ini penguatan dan persiapan finalnya jamaah yang mau berangkat. Jadi kita berikan arahan teknis sampai bagaimana, kapan mau berangkat dari rumah. Itu sudah dijadwalkan semua,” ujar Muhammad Amin.
Selain kesiapan mental dan pengetahuan teknis, aspek logistik yang menjadi kebutuhan mendasar jemaah juga telah rampung dikelola. Muhammad Amin menegaskan atribut wajib seperti koper, seragam batik jemaah, hingga dokumen perjalanan telah didistribusikan secara merata kepada seluruh calon haji. Persiapan yang lebih awal tahun ini diharapkan dapat meminimalisir kendala administratif yang sering muncul di menit-menit terakhir.
“Semua fasilitas sudah kami siapkan, koper-koper dan baju seragam. Jamaah kita sudah siap,” tambahnya dengan optimis.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 di Lobar diklaim memiliki kualitas persiapan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Muhammad Amin mencatat m bgt peningkatan jumlah jemaah serta metode bimbingan yang lebih komprehensif. Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari, termasuk pelaksanaan manasik haji secara berkala, menjadi kunci utama kematangan jemaah dalam memahami rukun dan wajib haji.
“Persiapan kita lebih awal, jamaah kita lebih rapi, terus bimbingan manasiknya sudah kita lakukan jauh-jauh hari, vaksin semua, pemeriksaan kesehatan juga sudah,” jelas Amin.
Ia juga menekankan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jamaah berada dalam kondisi fisik prima sebelum menempuh perjalanan udara yang panjang.
Salah satu perhatian khusus pemerintah tahun ini adalah keberadaan jemaah lanjut usia. Tercatat, jemaah tertua asal Lombok Barat berusia 89 tahun. Mengingat risiko kesehatan yang lebih tinggi pada lansia, pihak panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) telah menyiapkan skema pendampingan ekstra. Langkah ini diambil agar jemaah lansia tetap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Sementara itu Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), memberikan pesan mendalam kepada para jemaah yang akan segera berangkat. Mengingat jemaah Lombok Barat masuk dalam kloter awal, mereka akan menghabiskan waktu yang lebih lama di Arab Saudi sebelum mencapai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Lalu Ahmad Zaini mengingatkan agar para jemaah bijak dalam mengatur tenaga. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik agar tidak tumbang sebelum prosesi inti haji dilaksanakan. Menurutnya, adaptasi cuaca dan lingkungan di Mekkah memerlukan ketahanan fisik yang stabil.
“
Perbanyak persiapan, apalagi jemaah Lombok Barat ini kan berangkat kloter pertama, jadi adaptasi di Mekkah yang akan panjang. Jangan sampai memperbanyak ibadah sunnah tapi lupa kewajiban pada puncaknya nanti,” pesan Bupati.(win)
