PENERAPAN: Petugas Lapas Lobar saat memandu penggunaan aplikasi E Kunjungan kepada keluarga dari Warga Binaan. (Ist)

LOBAR—Cara unik dilakukan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat (Lobar) membantun mempermudah keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk bersilaturahmi. Inovasi layanan berbasis digital berupa aplikasi E-Kunjungan di luncurkan pihak Lapas Lobar. Menyusul tingginya animo keluarga dari WBP bersilahturahmi di momen hari raya Idul Fitri.

Aplikasi ini mempermudah proses pendaftaran kunjungan, lebih efektif, transparan, dan tertib tanpa perlu melalui antrean fisik yang panjang di lokasi. Aplikasi E-Kunjungan ini bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melakukan transformasi digital di lingkungan pemasyarakatan. Keluarga WBP tidak lagi harus datang sejak dini hari hanya untuk mendapatkan nomor aantrean. Karena aplikasi itu memangkas birokrasi dan waktu tunggu, sehingga masyarakat dapat menjadwalkan kunjungan mereka dengan lebih terencana dari rumah masing-masing.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menegaskan digitalisasi layanan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi ini dinilainya jawaban tantangan lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi pada hari-hari besar keagamaan.

“E-Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan kemudahan akses layanan kepada masyarakat, sekaligus menciptakan sistem yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel, terutama pada momen dengan intensitas kunjungan tinggi seperti Idul Fitri,” ujar Agung Krisna, Senin (23/03).

Sambutan para keluarga dari warga binaan atas aplikasi ini pun sangat tinggi. Data statistik pengguna yang terus meningkat secara signifikan menjadi buktinya. Hingga hari ketiga pelaksanaan layanan Lebaran, hinggq pukul 12.00 WITA, tercatat pendaftar melalui aplikasi mencapai 340 orang pengguna. Angka itu dinilainya cukup tinggi atas solusi digital yang ditawarkan oleh pihak Lapas.

Keberhasilan implementasi aplikasi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga pada stabilitas keamanan internal Lapas. data pendaftar yang sudah terintegrasi secara digital, petugas dapat memverifikasi identitas pengunjung dengan lebih cepat dan akurat.
Secara teknis, penerapan E-Kunjungan secara otomatis mengatur ritme kepadatan di area ruang tunggu.

Kepala Lapas Kelas IIA Lobar, M. Fadli, menjelaskan bahwa sistem ini memberikan dampak langsung terhadap kelancaran operasional di lapangan. Pengaturan jadwal yang sistematis memungkinkan petugas untuk membagi gelombang kunjungan secara merata, sehingga tidak terjadi penumpukan massa di satu waktu tertentu.

“Proses pendaftaran menjadi lebih cepat dan terstruktur. Antrean dapat diminimalisir serta pengaturan jadwal kunjungan lebih tertib, sehingga mendukung keamanan dan kenyamanan selama layanan berlangsung,” jelas M. Fadli.

Sistem ini mempermudah fungsi pengawasan. Data awal mengenai jumlah pengunjung yang akan datang, mempermudah pihak Lapas mengalokasikan personel pengamanan secara presisi. Sehingga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban serta memastikan seluruh protokol kunjungan dipatuhi dengan baik.

Pihaknya berharap inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan dan menjadi standar baru dalam pelayanan pemasyarakatan di wilayah lain. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *