AHMAD ROHADI/RADAR MANDALIKA GROUP MELANGGAR: Beberapa bangunan berdiri di roi pantai kawasan wisata Gili Meno. Pemda berharap pengusaha yang membangun agar membongkar sendiri.

KLU—Berdirinya bangunan di kawasan roi pantai, masih terjadi di Gili Meno. Padahal sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh pemerintah daerah, kini muncul lagi bangunan dibeberapa lokasi. Terhadap persoalan itu, Pemda berharap ada itikad baik dari para pengusaha dengan membongkar sendiri bangunan yang didirikannya. “Kami sudah minta tim Satpol PP turun memberikan penyadaran kepada para pengusaha untuk bisa membongkar secara mandiri bangunan yang mereka bangun kembali,” kata Asisten II Setda Lombok Utara, Rusdi, kemarin.

Apapun yang menjadi alasan pengusaha, kata Rusdi, roi pantai harus steril dari bangunan. Karena roi pantai adalah hak publik yang tidak boleh berdiri bangunan. Khusus di Gili Meno, terdapat sekitar empat lokasi ditemukan bangunan permanen berdiri di roi pantai. “Mereka membangun kembali di tempat itu alasannya karena belum ada langkah untuk menata kawasan itu,” bebernya.

Ia pun tak menampik jika kawasan roi pantai di Gili Meno memang belum dilakukan penataan ruang publik oleh pemda. Sebab, penataan dan pengelolaan kawasan pariwisata secara umum harus menunggu Rencana Induk Pengelolaan Pariwisata Daerah (RIPPDA), yang sedang dalam pembahasan. Kedepan, tiga Gili menjadi konsen untuk dilakukan penataan. “Tiga gili masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Saat ini konsep penataannya sedang digarap oleh Kementerian PUPR yang tergabung dalam Tim KSPN,” jelasnya.

Untuk di kabupaten, dibentuk satgas KSPN. Dimana sekretaris Satgas KSPN ada di OPD Disbudpar kabupaten. Tugasnya, konsen terhadap penyelarasan konsep penataan akan segera digelar bersama oleh Satgas KSPN. “Termasuk memutuskan pemanfatan ruang pantai yang merupakan milik publik,” ungkapnya. (dhe/r3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *