7,90 Miliar Dana Hibah Segera Cair

Hotel scaled

DOK/RADAR MANDALIKA AKAN DAPAT HIBAH: Seorang pengendara roda dua melintas di depan Hotel Lombok Astoria, Mataram.

MATARAM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mencatat 71 hotel dan restoran segera menerima bantuan dana hibah dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Total dana hibah yang didapatkan Pemkot Mataram sebesar Rp 7,90 miliar. Hibah ini ditargetkan akan tuntas tersalurkan sebelum tanggal 15 Desember 2020.

Surat Keputusan (SK) terkait penetapan penerima hibah hotel dan restoran berserta besaran nilai uang yang diberikan ke masing-masing pengusaha hotel dan restoran sudah diteken pada Jumat (20/11). “Proses SK-nya baru saja saya paraf untuk kita naikkan ke Pak Wali (Wali Kota Mataram, red),” ungkap Kepala Dispar Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, pekan kemarin.

Penyaluran dana hibah dilakukan secara bertahap alias tidak sekaligus. Tahap I (pertama) dan tahap II (kedua). Nenny menyebutkan,  dana hibah yang sudah ditransfer oleh pemerintah pusat ke kas daerah (Kasda) untuk tahap I baru 50 persen atau sekitar Rp 3,9 miliar dari total dana yang akan didapatkan sebesar Rp 7,90 miliar.

Setelah dana hibah tahap I itu tuntas disalurakan ke puluhan pengusaha hotel dan restoran maka hibah tapan II akan kembali dikucurkan oleh pemerintah pusat. “Tahap kedua setelah tahap pertam dibagikan. Kemudian, kita kirim laporan pertanggungjawaban (LPJ) baru disalurkan lagi yang tahap kedua,” jelas Denny.

Hibah tahap pertama yang besaran nilainya sekitar Rp 3,9 miliar ini akan diberikan ke 71 hotel dan restoran di Mataram. Dengan rincian, sebanyak 10 hotel bintang tiga dan 61 hotel melati. Sedangkan ada 71 rumah makan/restoran yang segera menerima dana hibah. “Target kita penyalurannya selesai di akhir November ini untuk tahap pertama,” kata Denny.

Denny mengutarakan, besaran nilai hibah yang akan diterima masing-masing hotel dan restoran berbeda atau variatif. Rumus perhitungannya sudah ditentukan. Tergantung dari besaran nilai pajak hotel dan restoran yang dibayarkan setiap tahun. Utamanya di tahun terakhir yakni pada tahun 2019.

“Ada yang dapat jutaan, puluhan juta, bahkan ada yang dapat raturan juta,” beber mantan Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram itu.

Namun, syarat utama bagi pengusaha hotel dan restoran untuk bisa mendapatkan bantuan dana hibah tersebut, yaitu sudah mengantongi izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). “Syarat pertama itu TDUP. (Sebanyak) 71 hotel dan restoran sudah fix (tidak ada perubahan). Karena waktunya sangat mepet sekali,” jelas Denny.

Dana hibah ini merupakan bantuan stimulus ekonomi untuk pemulihan sektor pariwisata dalam hal ini hotel dan restoran yang terkena imbas pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Hibah dari Kemenparekraf ini tidak diberikan cuma-cuma. Melainkan beberapa item persyaratan harus dipenuhi bagi pengusaha hotel dan restoran. Syarat paling utama harus memili izin TDUP.

Dispar pun sudah melakukan sosialisasi ke pengusaha hotel dan restoran terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk meperoleh dana hibah. “Kami sudah mengirim surat ke hotel dan restoran untuk melangkapi syarat-syarat. Dia, diajukan ke Dinas Pariwisata baik itu langsung ataupun melalui emile,” tutur Denny. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Ajak Kadin Bersama-sama Mambangun Ekonomi NTB

Read Next

Lama Dirujuk, Herni Lahiran di Mobil Ambulans

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *