RUNTUH: Bangunan yang runtuh akibat gempa dahsyat di Turki. (Dokumentasi KBRI Ankara)

LOMBOK – Gempa dahsyat yang terjadi di Turki mengakibatkan WNI meninggal dunia.

WNI atas nama Nia Marlinda asal Bali dan seorang anak berusia 1 tahun serta suami warga negara Turki ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan di Kahramanmaras.

Kolonel Amir, Atase Pertahanan RI KBRI Ankara, yang memimpin tim evakuasi ke Kahramanmaras telah memastikan pemulasaraan korban (almarhumah). KBRI telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada keluarga korban di Indonesia. Korban dan keluarga akan dimakamkan hari ini di Kahramanmaras.

Sementara itu, terkait dua WNI pekerja SPA therapist yang berstatus “belum bisa dihubungi” di wilayah Dyarbakir terus dilakukan pelacakan oleh tim evakuasi yang dipimpin oleh Kombes Budi Wardiman. Pelacakan dilakukan sambil melakukan evakuasi 20 WNI di wilayah Dyarbakir dan Malatya.

“Kami sudah tiba di Dyarbakir dan masih terus berkomunikasi dengan otoritas setempat serta simpul masyarakat Indonesia untuk mengidentifikasi 2 WNI di Dyarbakir yang hingga saat ini masih belum bisa dihubungi,” ujar Ketua Tim Evakuasi KBRI Ankara ke Dyarbakir, Kombes Budi Wardiman dari keterangan resmi KBRI Ankara yang diterima Radar Mandalika, Rabu (8/2).

Sedangkan, satu WNI atas nama Ayu Fira dan dua anaknya di wilayah Hatay yang hingga kemarin dinyatakan belum bisa dihubungi, sudah berhasil ditemukan dan dalam keadaan selamat.

“Alhamdulillah setelah melakukan pelacakan ke lokasi tempat tinggal, Ibu Ayu Fira dan anaknya sudah kami temukan dalam keadaan selamat,” ucap Bondet Suryonurwendo, Sekretaris 3 Perlindungan WNI KBRI Ankara yang memimpin tim ke wilayah Hatay. (red)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 410

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *