BERSAMA: Pembina UNBIM Mataram, Dr. Syamsurinsyah, saat memberikan sambutan dan amanah pada acara Wisuda Ke-2 UNBIM Mataram di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (21/9).

MATARAM — Universitas Bima Internasional MHA (UNBIM) Mataram menyelenggarakan Wisuda Ke-2 untuk jenjang sarjana (S1) dan diploma tiga (D3), Senin (21/9). Selain melepas ratusan lulusannya, momentum ini menjadi penguatan kerja sama internasional untuk meningkatkan daya saing akademis dan memperluas peluang kerja bagi para alumni.

​Rektor UNBIM Mataram, Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi, menyampaikan bahwa pada tahun kedua UNBIM menggelar wisuda, sebanyak 201 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada periode tahun 2026 ini. Lulusan tersebut berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa (Bima dan Dompu), Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Para wisudawan tersebut berasal dari lima program studi, yaitu Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, serta Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi. Seluruh program studi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di sektor pemerintahan, industri, dan kesehatan.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan sukses. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua atau wali yang telah mendampingi putra-putrinya hingga menyelesaikan pendidikan jenjang S1 dan D3,” ujar Dr. Apt. Ajeng Dian Pertiwi saat ditemui awak media selepas acara wisuda di Hotel Lombok Raya Mataram.

MOMEN: Suasana pelaksanaan Wisuda Ke-2 UNBIM Mataram di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (21/9).

​Tidak cukup sampai di sana, untuk memastikan lulusannya terserap di dunia kerja, UNBIM Mataram terus menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi. Lulusan dari program studi kesehatan dan teknologi disiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di instansi kesehatan maupun instansi pemerintah daerah.

​Beberapa instansi yang menjadi mitra penyerapan lulusan antara lain Rumah Sakit Patut Patuh Patju (RS Tripat) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menyatakan kebutuhan akan tenaga profesional di bidang kearsipan.

​“Kelimanya merupakan program studi yang sangat dibutuhkan. Kami sudah bekerja sama untuk penyerapan lulusan yang siap kerja, seperti di RS Patut Patuh Patju, RSUP, dan Pemkab Lombok Barat yang membutuhkan profesi arsiparis,” jelas Ajeng.

​UNBIM Mataram memanfaatkan momen wisuda ini untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama tiga akademisi asal Filipina, yakni Prof. Jurel, Dr. Mortal, dan Dr. Grace. Penandatanganan MoU ini turut melibatkan enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.

KERJA SAMA: Pembina UNBIM Mataram, Dr. Syamsurinsyah, bersama tiga akademisi asal Filipina, yakni Prof. Jurel, Dr. Mortal, dan Dr. Grace setelah penandatanganan MoU, Senin (21/9).

​Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi Kemdiktisaintek mengenai konsep kampus berdampak untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengajaran, penelitian bersama (joint research), hingga pengabdian masyarakat.

​“Ketiga dosen dari Filipina tersebut juga merupakan dosen kami yang akan mengajar perkuliahan, baik secara daring maupun luring. Selain itu, ada kolaborasi joint research untuk publikasi internasional bereputasi Scopus, serta pengadopsian program pengabdian masyarakat yang telah kami laksanakan,” pungkas Ajeng. (Win/ADV)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *