TERLUKA : Maksum mengalami luka robek pada kaki kanan akibat gigitan kera hitam, Kamis (27/4).(IST / RADAR MANDALIKA)

LOTIM – Korban keganasan Lutung atau kera hitam kembali bertambah. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jembatan penghubung antara Desa Pesanggrahan dan Desa Perian Kecamatan Montong Gading Lombok Timur (Lotim), sekitar pukul 16.30 Wita, Kamis (27/4/2023).

Kali ini korbannya Maksum alias Gerah asal Dusun Bangle Desa Pesanggarahan Kecamatan Montong Gading. Korban digigit pada bagian kaki kanan. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada bagian kaki kanannya.

Informasi yang dihimpun koran ini dari istri korban yakni Khaeroni, ia bersama suaminya korban ketika itu berboncengan menggunakan sepeda motor, datang dari arah timur menuju arah Desa Perian hendak ke pondok anaknya untuk mengantar bekal. Setiba di jembatan penghubung kedua desa, korban menemukan gerombolan Lutung. Melihat kawanan kera hitam ini sudah ada di jembatan, korban pun berhenti seraya permisi untuk lewat pada kawanan kera hitam ini agar tidak diganggu. Korban juga sempat berucap “Saya minta ijin lewat dan jangan ganggu kami, kalau mau silahkan ambil pisang ini saja”.

Namun begitu korban membuka masker dan akan memberikan pisang yang dibawanya, justru tak disangka korban langsung diterkam dan digigit pada bagian kaki. Akibatnya korban mengalami luka robek. Darah segar pun bercucuran dari kaki korban.

Warga yang melihat kejadian itu langsung membantu membawa korban ke Puskesmas Montong Betok untuk mendapatkan perawatan medis. “Pada saat kejadian, suami saya sempat membuka masker sehingga seekor lutung itu langsung menerkam menggigit kaki kanannya. Kebetulan waktu kejadian ada warga juga melintas, itu yang membantu membawa suami saya ke Puskemas,” tuturnya.

Setelah membuat korban luka robek, kawanan kera tersebut langsung pergi masuk ke dalam hutan. “Kata petugas medis puskesmas, panjang lukanya sekitar 6 cm dan mendapat beberapa jahitan,” terangnya.

Untuk diketahui, kawanan Lutung ini kerap beraksi menyerang warga yang melintasi jembatan penghubung kedua desa, sejak bulan Februari lalu. Antara kejadian satu dengan lainnya, berjarak beberapa minggu. Hingga saat ini, sudah 10 orang warga yang menjadi korban keganasan kera hitam tersebut. Semua korbannya, berasal dari Dusun Bangle Desa Pesanggrahan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, bersama Polsek Montong Gading, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Kesatuan Pengamanan Hutan (KPH) Rinjani Timur, serta pemerintah Desa Pesanggrahan, pada bulan Maret lalu pernah memasang perangkap di TKP. Namun demikian, tidak satu pun ada kera hitam masuk dalam perangkap. Kendati perangkap itu dipasang selama beberapa pekan.(fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 802

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *