Warga Mataram Diminta Waspada

F Hujan 1 scaled

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA HUJAN: Nampak terlihat air hujan dari kaca mobil.

MATARAM – Warga Kota Mataram diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, perubahan cuaca tak menentu yang terjadi belakangan ini di wilayah NTB berpotensi menimbulkan bencana alam yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Di antaranya bencana banjir, angin kencang yang disertai petir.
Seperti diketahui, belum lama ini bencana banjir terjadi di Kabupaten Bima. Akibatnya, terdapat puluhan ribu orang terdampak banjir serta ribuan rumah terendam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tesebut sejak pekan lalu. Bahkan dikabarkan bencana banjir memakan korban jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, terkait perubahan cuaca yang masih melanda wilayah NTB dan khususnya Kota Mataram, pihaknya tetap mengacu prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Jadi prediksi BMKG memang untuk wilayah NTB secara menyeluruh, itu masih berpotensi untuk hujan dari intensitas sedang sampai intensitas tinggi. Bahkan kemungkinan juga disertai dengan petir dan angin kencang,” ungkap dia, kemarin.
Mahfuddin menambahkan, BMKG juga sudah mengumumkan peringatan dini Siklon Tropis Seroja. Akibat Siklon Tropis Seroja ini berpotensi membuat gelombang tinggi. “Ini juga kita diminta waspadai. Yang titiknya itu memang diperkirakan sekarang sudah bergeser menjauh dari wilayah Indonesia, khususnya berada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar dia.
Namun begitu, Mahfuddin mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengantisipasi dampak terburuk akibat dari perubahan cuaca yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Di antaranya seperti bencana tanah longsor, angin buting beliung, banjir, dan lain sebagainya.
Dia melihat hampir tiga bulan belakang ini, persentase intensitas hujan di Kota Mataram sudah agak kecil. “Meskipun sekarang cuaca, kita lihat mendung terutama dari jam 5 sore. Tapi hujun juga tidak terlalu kencang. Meskipun lama tapi intensitasnya kecil,” ulas Mahfuddin.
Dia menambahkan, jumlah titik genangan di Kota Mataram mulai berkurang. Seiring dengan langkah pihak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram melakukan normalisasi serta sidementasi saluran. Oleh karenanya, dibeberapa titik yang tadinya rawan terjadi genangan, kini sudah mulai teratasi.
“Anggap saja di Karang Buaya, Pagutan. Kemudian dibeberapa tempat yang lain juga sudah teratasi,” kata Mahfuddin.
Namun begitu, dia tidak menampik bahwa genangan masih saja terjadi dibeberapa titik tertentu ketika turun hujan dengan intensitas tinggi. Ditambah karena terdapat sampah di dalam saluran. “Kalau intensitas hujan yang gak kencang, memang yang masih ada genangan itu di simpang Tanah Aji. Kemudian simpang empat Jalan Airlangga, dan di Jalan Lingkar Selatan,” sebut Mahfuddin.
Untuk mengantisipasi ancaman bencana. BPBD Kota Mataram tetap mengaktifkan posko siaga bencana bersama stakeholder terkait. Seperti TNI-Polri, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang tergabung dalam Satgas. Selain itu, logistik atau bantuan-bantuan untuk masyarakat tetap disiapkan manakala terjadi bencana alam.
“Kita minta masyarakat tetap waspada dan antisipasi terhadap perubahan cuaca,” tutup Mahfuddin. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kerahkan Pasukan, Kapolres Ikut Turun Bangun Jembatan Darurat

Read Next

Kades Kecewa, Rekrutmen Marshal MotoGP Tidak Transparan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *