Warga Lingkar BIL Bawa Tombak

  • Bagikan
F Pertemuan
IST/RADAR MANDALIKA MENOLAK: Sejumlah warga saat menemui tokoh Selatan, HL Moh. Putria, Senin malam.

PRAYA-Sejumah warga lingkar Bandara Internasional Lombok (BIL) mendadak tegang, Senin malam kemarin. Warga lingkar bandara keluar dari rumah mereka membawa tombak dan senjata tajam (Sajam) lainnya. Gara-gara ada informasi pihak provinsi dikawal ketat aparat melakukan penggantian nama BIL menjadi BIZAM.

Tokoh masyarakat Selatan, HL Moh. Putria membenarkan kejadian Senin malam. Dia mengaku, cukup banyak warga lingkar bandara ke kediamannya. Warga menanyakan apa sikap warga sekitar.

“Saya juga betul tidak tahu. Bahkan warga sudah keluar lengkap dengan tombak mereka,” ungkapnya saat  dihubungi Radar Mandalika, Selasa sore kemarin.

Dari laporan yang dia terima dari warga. Ada pihak pemprov dikawal aparat hendak mengganti nama BIL. Warga yang mengetahui kabar itu sepontan keluar untuk membatalkan.

  “Jadi Alhamdulillah itu batal dilakukan Senin malam. Dan kami minta juga wahai pemilik kekuasaan dan kepentingan untuk tidak memaksa-maksa yang belum dapat disetujui masyarakat,” ungkapnya.

Dalam persoalan pergantian nama BIL menjadi BIZAM. Saat dia masih menjabat Kadis Pariwisata Lombok Tengah, dia saksikan penyampaian Menteri Perhubungan, jika selama 6 bulan masih terjadi gejolak atas terbitnya SK pergantian nama bandara. Maka SK tersebut tidak berlaku lagi.

“Ini sudah berapa tahu tetap ditolak warga. Artinya SK itu sudah kadaluarsa,” sebut L Putria.

Di hadapan pemerintah dan aparat di lokasi Senin malam. Putria meminta pemerintah lebih focus mengurus pencegahan covid-19 dan suksesi Pilkada. “Ini kita bahas nanti, ini warga masih terpukul dampak covid. Kok yang kurang penting mau didahulukan,” tanyanya.

Putria juga mengaku, dalam persoalan ini. Bupati H Moh. Suhaili FT tidak pernah ada instruksi apapun. Bahkan Putria yakin, Suhaili tidak mengetahui kejadian Senin malam. Untuk itu, siapa saja untuk tidak berpikir negatif kepada bupati.

Dalam menyelsaikan polemic ini. Putria menyarankan pemprov untuk mengajak para tokoh di Gumi Tastura untuk duduk bersama. Ketika ada kesepakatan, disilakan untuk mengganti nama BIL tersebut. “Ini ini pintu masuk ke NTB. Kalau ada keributan kami tidak bertanggungjawab. Saya sarankan lebih baik dipertimbangkan lagi,” sarannya.

Putria melihat, merubah nama BIL agak sulit. Acamannya ketika ganti nama bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Saya lihat yang tadi malam aja begitu ramai warga, padahal saya juga tidak tahu,” ceritanya.

Sementara, Plt Sekda Lombok Tengah HL Idham Khalid yang dikonfirmasi sampai berita diterbitkan belum ada respons.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *