JAJAKI KERJSAMA: Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat berdiskusi dengan Wakil Dubes Inggris Matthew Charles Downing di kantor gubernur, Rabu (8/2/2023). (IST/RADAR MANDALIKA)

MATARAM – Wakil Dubes Inggris untuk Indonesia, Mr. Matthew Charles Downing melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB, Rabu (8/22023). Ia bertemua Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah di kantor gubernur.

Juru Bicara Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Faye Belnis mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk meningkatkan kemitraan antara kedua negara terkait sejumlah hal. Ada empat poin penting yang menjadi fokus pembahasan saat bertemu dengan wakil gubernur.

Yang pertama, kata Faye, terkait dengan masalah energi terbarukan dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Sebab Inggris memiliki ketertarikan yang sangat kuat di pengembangan energi terbarukan ini.

“Kita melihat NTB memiliki potensi yang amat sangat besar terutama di bidang sustainable development atau pembangunan berkelanjutan. Kita juga ingin mendukung ambisi NTB mencapai net zero emission tahun 2050,” kata Faye Belnis di Mataram, Selasa (7/2/2023).

Ia mengatakan, Inggris memiliki program pengembangan energi terbarukan di Indonesia, salah satunya di NTT dalam bentuk pembangunan PLTS. Ada dua desa yang diterangi oleh PLTS sebagai proyek percontohan.

“Kita menargetkan beberapa provinsi yang memang memiliki sumber energi alam yang tak ada habisnya dan Lombok adalah salah satunya,” ujarnya.

Kedua yaitu penjajakan kerja sama dalam bidang pendidikan. Pemerintah Inggris sendiri memiliki program beasiswa Chevening khusus untuk studi S2. Penerima beasiswa Chevening bisa mendapatkan pendidikan gratis di semua bidang atau jurusan yang diambil.

“Beasiswa Chevening ini dibuka setiap tahun. Dibuka dari bulan Agustus sampai November. Kita mau meng-encourage khususnya di Indonesia bagian timur sih sebenarnya juga untuk apply Chevening ini. Kerja sama ini harus kita genjot di Indonesia dengan catatan mereka harus balik ke Indonesia kalau sudah selesai studi,” katanya.

Ketiga yaitu kerja sama dari British Council, yaitu sebuah badan seni, budaya dan pendidikan di Inggris. Merekalah yang merancang semua hal yang bernuansa seni budaya dan pendidikan di Indonesia.

“Di British Council sedang membangun testing center IELTS semacam TOEFL. Jadi teman-teman yang mau tes IELTS tak perlu datang ke Surabaya. Kayaknya mereka sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Udayana untuk mendukung testing center IELTS. Jadi kalau teman- teman dari Lombok itu bisa langsung ke Bali,” terangnya.

Yang keempat yaitu penjajakan kerjasama dalam bidang manajemen limbah. Karena di Inggris sangat banyak perusahaan yang berkecimpung di manajemen limbah dengan menggunakan pendekatan teknologi.

“Jadi kita mau melihat potensi kolaborasi dengan NTB kira-kita gimana kita bisa bantu NTB dalam hal manajemen limbahnya,” tutupnya. (jho)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 361

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *