Wagub: Posyandu Keluarga Harus Dikembangkan

F DALOG

PKP SETDA LOTIM FOR RADAR MANDALIKA DIALOG : Wagub NTB didampingi Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, saat menyerahkan kelengkapan kesehatan posyandu, sebagai tanda launching Posyandu Keluarga, yang diterima Kepala Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Lotim, kemarin.

Launching Posyandu Keluarga di Medana Raya

LOTIM – Posyandu keluarga dilaunching Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, di Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim), kemarin. Dalam launching itu, Wagub NTB, menekankan pentingnya posyandu keluarga tersebut dikembangkan di semua desa yang ada. Tidak saja di Lotim, tapi disemua kabupaten dan kota di NTB.

Dalam launching itu, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, menjelaskan, saat ini posyandu konvensional di Lotim, sebanyak 1.776 posyandu, tersebar di 254 desa dan kelurahan. Dari jumlah itu, sebanyak 250 posyandu yang telah menerapkan posyandu keluarga.

Dalam pandangan Sukiman, posyandu keluarga memiliki prospek sangat bagus, untuk menaikkan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim, yang saat ini masih berkutat di posisi sembilan di NTB. “Tempat pelayanan yang representatif ,untuk pelayanan posyandu keluarga sangat penting. Kami berharap, pemerintah provinsi NTB, dapat memberikan perhatian, atas kondisi Lombok Timur saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, sekaligus menjawab harapan orang nomor satu di Lotim itu. Wagub menyatakan siap membantu Pemda Lotim dari semua aspek. Bantuan tersebut katanya, tentu sesuai kemampuan daerah. Perempuan nomor dua di NTB ini, mengakui saat ini masih banyak permasalahan masyarakat, yang belum tertangani dengan baik. Sehingga, sudah barang tentu masih menjadi PR (tugas, red) pemerintah daerah untuk segera mengatasinya.

Salah satu dari banyaknya masalah itu, dicontohkan Umi Rohmi panggilan akrabnya, seperti banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang lebih memilih menempuh cara illegal, berangkat kerja ke luar negeri. Sehingga rawan menjadi korban penipuan. Ditambah lagi, masih tingginya angka pernikahan usia dini remaja, tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, banyaknya kaum ibu yang kurang paham manfaat Air Susu Ibu (ASI) untuk tumbuh kembang bayinya, gizi buruk, stunting, penyakit menular, dan sederetan masalah sosial lainnya.

Semua permasalahan sosial itu menurutnya, harus ditangani mulai dari hulu. Dari itu, ia berharap Posyandu Keluarga ini, nantinya ada di setiap dusun. “Minimnya edukasi, baik secara kualitas maupun intensitas pada masyarakat, menjadi salah satu penyebabnya. Kurang intennya edukasi, membuat masih banyak masyarakat kurang memahami berbagai aspek, yang memicu masalah sosial,” tegasnya.

Dalam mengelola posyandu ucapnya mengingatkan, pemerintah desa dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Yang penting, dapat difungsikan untuk pelayanan kesehatan. Sebab Pemprov NTB menyadari, jumlah penduduk yang demikian besar, Lotim jelas memiliki beban yang luar biasa. Sehingga, Pemprov disebutnya akan berupaya mengarahkan program ke daerah, sesuai dengan bebannya. “Semua kebutuhan dasar untuk pengelolaan program itu, sebenarnya sudah ada di desa. Tinggal bagaimana pemerintah desa mengedukasi pemahaman masyarakat, tentang esensi Posyandu Keluarga kemudian mengembangkan fungsinya,” pungkas Rohmi, seraya mengapresiasi Kepala Desa Mendana Raya, yang memiliki semangat tinggi membangun desa, dan memahami esensi permasalah desanya. Tidak saja fokus membangun fisik, tapi memperhatikan pentingnya posyandu keluarga. (fa’i/cr-ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bupati Kecewa Distribusi Air ke Selatan Dihentikan

Read Next

Dewan Pesimis Jadup Cair

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *