PRAYA – Sinergitas lintas sektoral mewujudkan kemanunggalan rakyat semakin kuat dalam program kegiatan non fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -117 tahun 2023. Kodim 1620/ Loteng menggelar sosialisasi tanggap bencana alam (STBA) kepada masyarakat, di aula kantor desa Labulia, Kecamatan Jonggat, dan juga program fisik di beberapa desa lainnya di Loteng.

Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Lalu Kertanayang. Di mana tujuannya memberikan informasi secara langsung mengenai bencana, daerah rawan bencana, ancaman bencana, kerentanan, kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurutnya, sosialisasi tanggap bencana tersebut merupakan bagian dari program kegiatan non fisik TMMD. Selain beberapa kegiatan fisik yang dilaksanakan di beberapa desa secara terprogram sehingga tujuan akhirnya demi kepentingan masyarakat Loteng khususnya.

“Karena melalui sosialisasi kesiapan tanggap bencana alam ibarat sedia payung sebelum hujan agar masyarakat paham akan kebencanaan,” jelasnya.

Selain itu, dalam sosialisasi juga disampaikan beberapa pengkajian kepada masyarakat yang tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumberdaya sebagai penentuan status keadaan darurat bencana. Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana. Sehingga ke depan, ketika terjadi bencana masyarakat mengerti apa yang harus dilakukan dan tindakan yang harus dilaksanakan dalam mengevaluasi diri.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Praya, Zainal Abidin menuturkan, semangat masyarakat dalam bergotong royong saat ini terus menggebu-gebu, dengan adanya program TMMD. Dari cerita orang tuanya dulu, gotong royong yang ia lihat selama ini belum seberapa jika dibanding dengan gotong royong di zaman dulu.

Hanya saja, hingga ia beranjak dewasa, gotong royong mulai luntur secara perlahan dan bahkan memudar. Namun, satu hal yang pasti, karena sebuah tugu TMMD Ke-117 yang dibangun di lokasi kegiatan membuat kembalinya ruh momen untuk gotong royong, dan masyarakat pun kembali perlahan tumbuh dan sadar jiwa bergotong royongnya.

Lebih lanjut, pemilik lokasi sekaligus pengurus PAUD tersebut menuturkan, seiring waktu tradisi gotong royong perlahan berubah. Dimana, yang dahulunya warga bahu-membahu saling membantu bekerja secara bersama-sama. Contohnya saat hendak membangun rumah, warga ramai-ramai datang membantu.

“Tidak sekadar membantu seperti dalam bayangan kita hari ini, bahkan tak jarang demi untuk membangun rumah seoarng warga mereka menghabiskan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu,” tuturnya.

“Namun kini semua itu tinggal cerita. Kata orang-orang tua kami dulu bahwa kami generasi penerus harus selalu saling tolong menolong. Karena itu, dengan hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-117 tahun 2023 di wilayah Kodim 1620/Lombok Tengah ini kami terharu,” tambahnya.

Ia berharap contoh gotong royong pembangunan gedung PAUD yang merupakan program TMMD Kodim 1620/Loteng di Kampung Rancak mampu menjadikan cerita sebagaimana leluhur mereka tunjukkan jadi bertumbuh dalam imajinasi masyarakat. Bahkan sadar bahwa gotong royong memberi manfaat yang sangat luar biasa. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 716

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *