SEMANGAT: Suasana pertemuan Dr. Syam dengan siswa PAUD Nelayan di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Sabtu (1/8). Dr. Syam menyerukan Gerakan Ayo Sekolah di Lobar.

LOBAR—Ketua Fraksi Perindo DPRD Lombok Barat (Lobar), Dr. Syamsuriansyah, menginisiasi Gerakan Ayo Sekolah (GAS) di Lombok Barat (Lobar). Keprihatinan atas tingginya Anak Tidak Sekolah (ATS) di Lobar yang mencapai 7.349 jiwa berdasarkan rilis Kementerian menjadi alasan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar itu membuat program GAS dan Dr. Syam Mengajar. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah di Lobar ini dilakukan dengan merangkul kembali anak-anak agar tetap menempuh pendidikan.

Gerakan ini sudah dijalankan Dr. Syam sejak awal Juli lalu dengan mendatangi sejumlah sekolah di Lobar, seperti PAUD Nelayan yang berlokasi di wilayah pesisir Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Sabtu (1/8). Dr. Syam memberikan motivasi serta pemahaman akan pentingnya pendidikan berkelanjutan, baik kepada para siswa maupun orang tua murid.

Anak-anak yang sebagian besar merupakan putra-putri nelayan setempat tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan mengajar. Meskipun masih berada di jenjang pendidikan anak usia dini, semangat anak-anak di pesisir pantai tersebut tidak surut untuk terus menuntut ilmu.

“Tadi pagi saya mengunjungi salah satu TK PAUD yang ada di Desa Kuranji, nama sekolahnya PAUD Nelayan. Diberi nama PAUD Nelayan karena memang seluruh peserta didiknya adalah anak-anak dari nelayan yang ada di pesisir Pantai Desa Kuranji. Saya melihat antusiasme anak-anak yang hadir di sekolah tersebut sangat luar biasa,” ujar Dr. Syam.

Pentingnya menuntut ilmu harus ditanamkan sejak dini. Sebab, jenjang PAUD dianggap sebagai fondasi awal sebelum anak-anak itu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pria berkacamata itu mengaku bersyukur semangat para siswa PAUD itu tidak memudar untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya meskipun hampir semua anak-anak itu berasal dari keluarga nelayan.

Menurutnya, GAS ini telah digulirkan sejak bulan lalu. Keprihatinan atas masih tingginya angka anak putus sekolah di wilayah Lobar menjadi motivasi Dr. Syam menyerukan gerakan itu.

Secara khusus, gerakan ini ditujukan untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lobar. Dua indikator utama IPM di sektor pendidikan berasal dari Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS), yang menjadi sasaran utama yang ingin diperbaiki melalui intervensi langsung ke masyarakat.

“Keberadaan anak putus sekolah di Kabupaten Lombok Barat jumlahnya cukup memprihatinkan dan tidak sedikit. Melalui gerakan ini, paling tidak kita memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap mau datang ke sekolah,” jelas Dr. Syam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gerakan ini selaras dengan imbauan pimpinan daerah yang sebelumnya juga telah mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak.

“Langkah ini sejalan dengan imbauan dari Ibu Wakil Bupati Lombok Barat sebelumnya yang mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersekolah. Hal inilah yang sangat relevan dengan Gerakan Ayo Sekolah dan Dr. Syam Mengajar di Kabupaten Lombok Barat,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *