PERTUNJUKAN: Penampilan para sanggar asal Lobar setiap akhir pekan di Senggigi Sunset Show.

LOBAR—Senggigi Sunset Show yang diluncurkan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat (Lobar) sangat dirasakan manfaatnya bagi seniman dan pemuda Lobar. Event ini menjadi wadah kreativitas para seniman muda asal Lobar yang ditampilkan di Amfiteater Pasar Seni Senggigi dengan suasana sunset Senggigi.

Acara ini sukses menarik penonton mancanegara maupun domestik untuk datang menyaksikan event setiap akhir pekan itu.

Pada pekan kemarin, Sanggar Anak Padang Mimpi Dusun Dasan Montor, Gerimak Indah, Narmada tampil. Rifal, perwakilan sanggar musik tradisional itu, mengaku senang dengan adanya program Senggigi Sunset Show tersebut.

“Hari ini bisa tampil di Senggigi Sunset Show untuk pembukaan dan rasanya tentu terima kasih sekali. Kami sangat bersyukur bisa hadir dan meramaikan Senggigi Sunset Show yang dihadiri langsung oleh Ibu Wakil Bupati,” terangnya, Sabtu (19/9).

Rifal menambahkan bahwa ajang ini menjadi momentum berharga bagi generasi muda di daerahnya untuk memperkenalkan karya. Ia berharap ajang pertunjukan seni ini dapat terus konsisten diadakan agar dampaknya meluas.

“Ke depannya semoga Senggigi Sunset Show bisa makin ramai lagi, bisa makin viral, makin banyak yang tahu, dan makin banyak yang datang ke Senggigi. Tentunya semoga acara ini bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat Lombok Barat dan semoga lebih baik menggali potensi talenta-talenta terbaik yang ada di Lombok Barat,” tutur Rifal.

Seni pertunjukan yang dihadirkan dalam acara ini juga menunjukkan dinamika kreativitas yang terus berkembang. Sanggar Anak Padang Mimpi, misalnya, menampilkan tiga tarian, yakni Tari Kembang Desa, Tari Kidung Dalem, dan Tari Angkat Gawe.

Salah satu anggota Sanggar Anak Padang Mimpi, Fani, menjelaskan bahwa karya yang disajikan pada sore itu merupakan tarian kreasi baru yang sengaja digarap untuk memperkaya khazanah seni daerah.

“Yang kita tampilkan tadi Tari Kembang Desa, kemudian Tari Kidung Dalem, dan Tari Angkat Gawe. Itu merupakan garapan baru,” ungkap Fani.

Bagi para seniman muda, keberadaan panggung pertunjukan yang konsisten seperti Senggigi Sunset Show memberikan stimulasi positif agar anak muda tidak terjebak dalam aktivitas pasif. Anggota sanggar lainnya, Uyun, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan lintas komunitas dari berbagai desa setiap minggunya.

“Setiap minggu ada. Bukan kita saja, dari desa-desa lain juga. Lebih banyak lagi komunitas-komunitas muda yang mau ikut nari, begitu ke seninya. Bukan untuk tiduran di rumah,” kata Uyun.

Uyun menilai bahwa inisiatif pemerintah daerah dalam menyediakan ruang ekspresi terbuka ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan lokal.

“Ini hal yang positif banget. Positif banget. Ini keren banget,” tambah Uyun.

Dari sisi kebijakan pariwisata, Senggigi Sunset Show dirancang sebagai model pembaruan citra (rebranding) kawasan Senggigi agar tetap menjadi destinasi unggulan di Pulau Lombok. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kunjungan sekaligus memperpanjang durasi tinggal (length of stay) para wisatawan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menekankan bahwa penguatan sektor pariwisata harus memberikan efek domino (multiplier effect) terhadap perekonomian warga dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha, berharap antusiasme masyarakat dan wisatawan dalam meramaikan acara ini berbanding lurus dengan pemulihan sektor akomodasi serta perekonomian masyarakat sekitar.

“Kita berharap keramaian Senggigi ini menandakan Senggigi luar biasa, Senggigi tetap menjadi alternatif paling indah di Lombok, dan mudah-mudahan menandakan tingkat hunian hotel kita meningkat serta lama tinggal wisatawan di hotel-hotel Senggigi juga meningkat. Kalau itu terjadi, insyaallah impact-nya terhadap peningkatan PAD bisa kita rasakan,” papar Ummi Nurul.

Komitmen pemerintah daerah menyalurkan kembali hasil PAD dari sektor pariwisata bagi kesejahteraan masyarakat luas. Menurutnya, semua harus untuk kesejahteraan masyarakat Lobar.

Ummi Nurul mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keasrian dan keamanan objek wisata Senggigi agar tetap nyaman dikunjungi.

“Terima kasih masyarakat Lombok Barat tercinta telah meramaikan Senggigi Sunset Show. Saya berharap kita semua mendorong wisata kita ini tetap ramai dan kita jaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan sehingga Senggigi tetap menjadi impian wisatawan,” tutupnya. (Win).

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *