Tampar Kernet, Stafsus Gubernur Minta Maaf

  • Bagikan
F ilustrasi tampar
Ilustrasi

LOTIM – Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Staf Khusus (Stafsus) Gubernur NTB inisial DAS kepada kernet dan sopir dum truck, Selasa (14/12) lalu, berakhir damai. Perdamaian itu dilakukan kedua pihak. Selain itu melalui akun Facebook miliknya, DAS secara terbuka meminta maaf dan mengupload foto perdamaian itu.

Dikutip melalui akun Facebook miliknya, DAS dalam klarifikasinya menuturkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita di simpang tiga Kwang Sawi Puskesmas Pengadangan, Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela, Lotim. Kronologinya sekitar pukul 18.30 Wita, Selasa (14/12) lalu sekitar pukul 15.30 Wita, ia bersama keponakannya berusia 12 tahun, berangkat dari Pringgasela menuju Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba, untuk mengantar bantuan sejumlah warga. Bukti penyerahan bantuan itu katanya, bisa dilihat dalam rekam jejak akun Facebook miliknya.

Sekitar pukul 17.30 Wita selesai acara di lokasi penyerahan bantuan bersama keponakannya, ia kemudian mampir makan mie ayam Mas A’an depan Masjid Batu Beleq. Dalam waktu bersamaan, sempat bertemu dengan temannya berasal dari Pengadangan. Selesai makan mie ayam, kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang, dan berniat salat magrib di Masjid Batu Beleq.

Tiba-tiba dari arah belakang, mobil truk menyerempet mobilnya, lalu menyerempet seorang pengendara motor sampai terjatuh. Melihat hal itu tanpa pikir panjang, ia spontan mengejar untuk menghentikan sopir dum truk tersebut. Sesampai di simpang empat Lenek, dum truk belok kanan ke arah Pengadangan. Di sana, dum truk memepet dua pengendara motor. Satu pengendara membawa rumput, dan satunya pengendara merupakan pedagang cilok. Kendati demikian, sopir dum truk itu tetap tancap gas tanpa mengurangi kecepatan. Melihat hal itu, banyak juga warga yang ikut mengejar dum truk tersebut sembari berteriak.

Begitu di simpang tiga Kuang Sawi depan Puskesmas Pengadangan, dum truk berhenti tanpa diketahui siapa yang menjadi sopir dan kernetnya. Keduanya berlari mengamankan diri dan, ia terus mengejar keduanya. Salah satunya terjatuh saat berlari. Pada saat itulah ia menyergapnya dan langsung melayangkan tamparan, sembari bertanya “Kenapa kamu Lari, kamu sudah Nabrak orang kenapa kamu tidak”. Lantas dijawab bahwa dirinya bukan sopir, melainkan kernet. Sehingga dilepas sambil berucap istigfar sekaligus minta maaf.

Karena warga yang sangat banyak, kemudian baik dirinya dan pihak kernet dum truk diamankan ke rumah salah satu warga. Sementara di lokasi banyak massa dan berita simpang siur, membuat warga berdatangan mengepung rumah lokasi keduanya diamankan. Beruntung, anggota Polsek Pringgasela dan Polmas lainnya mengamankan situasi di puskesmas. Sekitar pukul 20.00 Wita Polmas dan tokoh masyarakat mempertemukan DAS dengan sopir dan kernet dum truk tersebut untuk klarifikasi, serta melakukan perdamaian antara dirinya dengan sopir dan kernetnya. Pada pukul 23.00 Wita karena masaa yang terprovokasi membludak, sehingga petugas Polsek Pringgasela tidak mampu membendung massa dan menghubungi Polres Lotim untuk mengevakuasi mereka dari TKP. Kemudian dibawa ke Polsek Pringgasela guna menyelesaikan masalah. Di sana kedua belah pihak sama-sama berdamai dan mengakui kesalahan masing masing.

“Itu kronologi sesungguhnya, demi menjaga ketentraman dan keamanan daerah tercinta ini, tanpa maksud mencari pembenaran untuk diri kami sendiri, serta saya mengakui kesalahan saya. Dari lubuk hati paling dalam, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini,” kata DAS.

“Semuanya sudah selesai dengan damai, dan saya bertanggungjawab sepenuhnya,” sambungnya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *