SIAP PANEN: Tanaman padi milik warga yang siap panen di Kecamatan Praya, Loteng. (KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA – Para petani di Lombok Tengah tidak lagi dibuat gelisah galau merana terkait soal pupuk. Kini bernafas lega. Pasalnya, distribusi pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK aman. Meskipun tahun ini tidak ada lagi pupuk subsidi jenis SP36.

Kepala Dinas Pertanian (Dipertan) Lombok Tengah, Taufikurrahman Pua Note mengungkapkan, data per akhir Januari, dari jumlah 17.213 ton pupuk urea, yang terealisasi sekitar 4.159 ton. Itu artinya, sudah sekitar 24,2 persen hingga akhir bulan Januari.

“Pupuk ini sebenarnya untuk musim tanam kedua Insya Allah bisa menghandle tapi cuma 9 komoditi saja,” jelasnya.

Sementara untuk pupuk jenis NPK baru terealisasi 16 persen dari total jumlah 14.457 ton, tersisa 12.015 ton. Dan saat ini, pupuk jenis Urea dan NPK yang masih bersubsidi.

“Sedangkan untuk pupuk jenis SP36 sudah tidak ada lagi,” terang Arman sapaan akrabnya.

Apabila pupuk tidak tercukupi, Arman mengatakan pihaknya kembali akan mengajukan tambahan kuota ke pemerintah pusat. Mengingat kebutuhan pupuk untuk Loteng secara keseluruhan yakni mencapai  34.000 ton. Maka, pihaknya nanti akan meminta dan mengajukan sisa yang belum direalisasikan.

“Pupuk kita 7.000 ton terserap dari 17.000,” ungkapnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 334

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *