Stagnan, SPN Sorot Kinerja Dishub Lombok Tengah

F hearing

IST/RADARMANDALIKA.ID SOROT: Kepala Dinas Perhubungan Loteng, Supardan saat menerima hearing SPN Loteng, Senin kemarin.

PRAYA – Kinerja Dinas Perhubungan Lombok Tengah disorot, parahnya dinas satu ini dinilai hasil kerja stagnan atau jalan di tempat. Sorotan ini muncul dari serikat pekerja nasional (SPN) Lombok Tengah.
Ketua SPN Loteng, Jeni Mamahid Yuswanto menegaskan, ada beberapa permasalahan di Dishub dan ini sebagai bentuk dukungan kepada seluruh OPD di Loteng. “Ada beberapa OPD yang perlu diingatkan dan disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus,” katanya tegas, Senin kemarin.
Adapun yang disorot SPN soal kinerja Dishub soal badan jalan yang digunakan sebagai lahan parkir. Anehnya, ini tidak ditindak tegas petugas dari Dishub. “Kami minta hadirkan owner Klinik Winner-K yang menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir sehingga sering membuat kemacetan,” katanya tegas di depan Kadis Perhubungan.
SPN juga menyoroti mengenai pengelolaan lahan parkir Pasar Kopang dan Pasar Renteng, dimana sikap Dishub terkait adanya dugaan oknum lakukan pungutan liar harus dibersihkan. Demikian juga kejelasan pengelolaan transportasi dan wewenang Dishub Loteng di KEK mandalika mengingat akan digelarnya Word Superbike.
“Ini harus dipertegas dan diperjelas,” pintanya.
Kadis Perhubungan Loteng, H Supardan mengaku sudah melayangkan surat teguran 11 Mei 2020 lalu terkait klinik Winer-K yang kerap menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir.
“Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak Winner-K,” janjinya.
Sementara, lahan parkir Pasar Kopang, Supardan mengaku sedang bermusyawarah dengan tokoh masyarakat Kopang untuk melakukan uji petik. Sementara untuk Pasar Renteng sudah melewati uji petik maka parkiran tersebut akan dipihak ketigakan.
“Kami menyampaikan hasil uji petik parkiran Renteng ke Pemda, kami berencana akan mempihak ketigakan,” bebernya.
Supardan juga sempat membeberkan hasil uji petik, setiap hari lumayan besar. Namun di hari ketiga dan pertama kisaran 3 sampai 4 juta per hari. Tapi hari selanjutnya menurun sampai 1,5 juta bahkan 2 juta.
Kemudian di komplek pertokoan Praya masih belum ada penindakan, mengingat penganggaran untuk gembok kendaraan yang sembarangan parkir kenak refocusing.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Indonesia Terima Kedatangan Tiga Tahap Vaksin Sebanyak 9,5 Juta Dosis

Read Next

Kerbau Banyak Mati di Sekitar Sirkuit, Warga Datangi ITDC

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *