Siswa SDN 4 Batulayar Belajar di Pengungsian

  • Bagikan
F SDN
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MASIH MENGUNGSI: Camat Batulayar Afgan Kusuma Negara saat melihat proses belajar mengajar SD 4 Batulayar di tenda pengungsian, kemarin.

LOBAR—Siswa SDN 4 Batulayar terpaksa harus melaksanakan pembelajaran di tenda pengungsian. Lantaran khawatir bangunan sekolah di bawah perbukitan di Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat diterjang longsor. Maklum saja tanah di lokasi yang pernah diterjang banjir bandang pekan lalu itu masih labil. Sehingga sementara waktu sebanyak 120 murid dan para guru dilarang untuk ke sekolah.

Kepala SDN 4 Batulayar, Sahrep menerangkan jika BPBD dan Dikbud sudah mengeluarkan imbauan agar tidak melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah sementara waktu. Kondisi itu berlangsung hingga waktu yang belum dapat dipastikan. “Karena di bukit yang ada di atas sekolah ada retakan yang mengkhawatirkan bagi keselamatan peserta didik dan juga warga sekitar,” ungkapnya, Selasa (14/12).

Sementara waktu pihaknya menggelar pembelajaran di dua tenda pengungsian yang sudah disiapkan oleh Pemkab Lobar. Karena pembelajaran harus tetap dilangsungkan, mengingat semakin dekat waktu menjelang penilaian akhir semester. Dimana rencananya penilaian akhir semester akan dilaksanakan mulai dari 20 Desember mendatang. “Jadwal penilaian akhir semester akan dimulai tanggal 20 Desember. Sesuai dengan surat edaran dari Dikbud Lombok Barat,” jelasnya.

Terkait teknis pembelajaran, dari 120 murid SDN 4 Batulayar dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan jumlah tenda. Ia mengungkapkan saat ini sebagian besar peserta didiknya harus tinggal sementara di pengungsian. Hingga situasi dan kondisi di kawasan rumah mereka dikatakan aman. “Kita bagi jadi dua kelompok, ada kelompok tinggi yang terdiri dari kelas IV, V dan VI. Kelas rendah terdiri dari kelas I, II dan III. Karena tenda yang tersedia saat ini hanya dua,” pungkasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *