Simulasi Sekolah Tatap Muka Selama Dua Minggu

Sekolah scaled

RAZAK/RADAR MANDALIKA SEGERA SIMULASI: Seorang pria hendak masuk ke halaman bagian dalam Gedung SMPN 7 Mataram di tengah masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan segera melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Menyusul adanya keputusan dari Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, Rabu (6/01) lalu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Mataram, Mukh. Nazuhi, yang dikonfirmasi Radar Mandalika mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan bahwa simulasi untuk pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilaksanakan sekitar selama dua minggu. Digelar mulai tanggal 14-27 Januari 2021. Simulasi ini akan digelar secara serentak di Kota Mataram baik di jendang sekolah TK, SD, dan SMP.

“Kita mulai sosialisasi dulu sejak tanggal 7 sampai 13 Januari. Kemudian tanggal 14 sampai 27 Januari mulai simulasi,” ungkap dia, kemarin (10/01).

Sedangkan pada tanggal 28-30 Januari 2021, Disdik Kota Mataram disebutnya akan mengevaluasi hasil simulasi pembelajaran tatap muka yang sudah digelar di semua sekolah. Apabila hasil simulasi dinilai berhasil terutama soal penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, maka belajar tatap muka di sekolah akan dilanjutkan.

“Bulan Febuari baru mulai belajar dengan kebiasaan baru di masa pandemi covid ini,” ujar Nazuhi.

Dia menuturkan, dirinya bersama Kepala SMP se Kota Mataram sudah menggelar rakor terkait persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19. Bagaimana menyiapkan segala fasilitas, peralatan atau logistik yang dibutuhkan untuk menerapkan prokes Covid-19 di masing-masing sekolah.

Masing-masing sekolah disebutnya membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19. “Mengacu kepada SK (Surat Keputusan) bersama empat Menteri. Juga dinas (Disdik Kota Mataram, Red) menurunkan semacam acuan yang harus kita ikuti di sekolah,” kata pria yang juga Kepala SMPN 2 Mataram itu.

Nazuhi menurutkan, pihaknya di SMPN 2 Mataram sendiri sudah membuat draft SOP. Acuan ini sudah disosialisasikan kepada guru dan tenaga pendidikan dan sudah dikoordinasikan ke Komite Sekolah. “Kemarin saya sosialisasi sambil disempurnakan. Setelah sempurna, mungkin hari Senin (hari ini) kita akan share (bagikan) ke orangtua murid,” ungkap dia.

Selama simulasi ujar Nazuhi, pembelajaran diatur dengan sistem block (kelas paralel). Sudah disipakan sebanyak 10 ruang kelas selama sehari. Nantinya siswa masuk sekolah secara bergiliran dalam seminggu. Nazuhi menyebutkan, dalam satu kelas diisi rata-rata 15-18 orang siswa. Jarak tempat duduk antar siswa diatur 1 meter.

“Nanti selama seminggu itu bergilir sama-sama dua hari. Kelas IX masuk Senin, Selasa. Kelas VIII Rabu, Kamis. Kelas VII Jumat, Sabtu. Umpanya jumlah siswa IX ada 300 orang. Maka 150 siswa hari Senin, dan 150 hari Selasa,” ujar dia.

“Nanti tidak ada jam istirahat dan tidak ada kantin. Sehari itu dua atau tiga mata pelajaran (mapel). Kita belajar dua jam (120 menit). Untuk dua mapel nanti 60 menit kita pakai. Kalau tiga mapel nanti 40 menit,” imbuh Nazuhi.

Di SMPN 2 Mataram sendiri disebutnya untuk penunjang prokes Covid-19 sudah lengkap. Mulai dari masker, sabun dan ada sekitar 24 tempat cuci tangan baik ditaruh di gerbang keluar masuk maupun depan kelas. Untuk mengantisipasi potensi kerumunan. Pihak sekolah sudah menyiapkan tiga pintu keluar masuk siswa. Ada siswa lewat gerbang depan, sebelah barat dan belakang.

Namun begitu ujar Nazuhi, pihaknya juga tetap melaksanakan pembelajaran dengan cara dalam jaringan (Daring) atau online. Sebab dikatakan, kemungkinan tidak semua siswa akan masuk mengikuti simulasi belajar tatap muka di sekolah. Lantaran, ada orangtua membolehkan dan tidak mengizinkan anaknya masuk.

“Karena dari surat pernyataan yang kita kirim lewat google form, ada sekitar 90 persen (orangtua) yang mengizinkan putra-putrinya untuk masuk. Jadi, sekitar 10 persen belum mengizinkan. Sehingga tetap kita belajar daring,” ujar dia.

Hal senada diutarakan Kepala SDN 42 Mataram, Johani. Bahwa, simulasi belajar tata muka di Kota Mataram mulai tanggal 14-27 Januari 2021. Untuk selanjutnya hasil simulasi akan dievaluasi pada tanggal 28-30 Januari. Apakan belajar tatap muka ini akan dilanjut atau tidak oleh Disdik.

“Kami (SDN 42 Mataram) untuk tanggal 14 sampai 27 Januari, nanti masuk secara bergantian. Dua (2) hari untuk kelas 4,5,6. Dan, 2 hari untuk kelas 1,2,3. Itu pun bergantian sesuai absen ganjil genap. Dan, dengan  melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” ujar dia.

Johani menegaskan, sehari sebelum masuk, sekolah di semprot disinfektan terlebih dahulu. Semua siswa harus memakai masker. Sekolah disebutnya menyiapkan masker cadangan jika siswa tidak membawa masker. Begitu pun dengan tempat cuci tangan/hand saniter sudah disiapkan di sekolah.

“Satu kelas berisi 15 orang dan di mejanya sudah tertera nama dan nomor absen, sehingga siswa gak bergantian tempat duduk. Kita siapkan pojok isolasi jika ada anak yang sakit mendadak di sekolah. Kantin ditutup. Anak-anak bawa makanan sendiri,” ungkap perempuan berjilbab itu.

Nantinya guru menggunakan Face Shield (pelindung wajah) dan memakai masker. Sedangkan bagi guru yang tidak mendapat jadwal mengajar saat hari itu, nanti bertugas mengawasi siswa mulai datang ke sekolah dan pulang. Karena bergantian antara kelas tinggi dan kelas rendah.

“Siswa gak boleh ditunggu orang tua. Kalau kelas 1 yang belum mau ditinggalkan orang tuanya, maka dilayani dalam pembelajaran Daring (tidak boleh ke sekolah),” tutup dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Minta Awasi Data Calon Penerima PKH di NTB

Read Next

PKB Targetk Jadi Partai Tiga Besar di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *