Sidang Pernikahan Sesama Jenis Berlangsung Tertutup

F PEMBATALAN NIKAH SESAMA JENIS

LOBAR—Sidang pembatalan pernikahan sesama jenis antara warga Gelogor Kediri inisial, MH dengan MIT atau SU warga Ampenan digelar di Pengadilan Agama (PA) Giri Menang Gerung, kemarin. Sidang yang berlangsung tertutup itu hanya dihadiri oleh SU. Sedangkan MH hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.

Panitera PA Giri Menang, L Jamaludin mengaku jika persidangan pembatalan itu merupakan sidang kedua. Setelah sebelumnya digelar pecan lalu tanpa dihadiri oleh termohon SU. Lantaran berada dalam tahanan kepolisian.

“Sidang akan dilanjutkan lagi pada 30 Juli mendatang,” jelas Jamaludin yang dikonfirmasi selepas persidangan.

Menurutnya pada sidang ke-2 itu beragendekan pembacaan gugatan pembatalan pernikahan yang diajukan oleh kejaksaan negeri (Kejari) Mataram. Atas dasar pernikahan sesama jenis, yang dilanggar oleh hukum.

“Saya ndak baca petitumnya, cuma intinya minta pernikahan dibatalkan,” jelasnya.

Selanjutnya sidang ke-3 30 Juli itu beragendakan jawaban atas gugatan itu. Sejauh ini tidak ada pengajuan ganti rugi dalam unsur gugatan itu. Mengingat pihak MH merasa dirugikan akibat penipuan. Meski demikian hingga kini pernikahan para terlapor itu masih belum di batalkan. Karena masih terdapat tahapan sekitar 7 masa sidang lagi yang harus dilalui. Hingga nantinya secara pengadilan dibatalkan secara sah.

“Hukum acaranya, pembacaan gugatan, jawaban, replik, duplik, kemudian pembuktian, kesimpulan baru musyawarah majelis. Jadi tidak seketika itu, begitu hadir dua-duanya dibatalkan,”

paparnya.

Pihaknya pun tidak bisa memperediksi berapa

lama waktu proses persidangan pembatalan itu. Mengingat terdapat sejumlah perkara lain yang memilik jadwal. Disamping tingkag kehadiran dari kedua belah pihak yang tergugat.

Sementara itu Kepala Desa Gelogor, Arman Iswara menilai kasus warganya itu menjadi pelajaran untuk semua daerah. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu ia mengaku kini kondisi prikologi keluarga korban sudah kembali pulih dan kondusip Pasca kejadian yang menghobohkan itu.

“Artinya jadi pembelajaran tidak hanya Gelogor saja, tapi semua daerah,” ujarnya.

Pihaknya berharap pembatalan pernikahan itu bisa segera selesai. Sehingga unsur pidana penipuan yang dilakukan tersangka bisa terus berlanjut di meja hijau.

“Jadi biar terang semuanya. Kami juga atas nama desa, nama baik desa bisa bersih,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Wagub NTB Minta Dukungan Serukan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan

Read Next

Polisi Bongkar Kubur Ketua BKD di Lotim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *