PRAYA – Ajang Shell Eco Marathon Asia Pasifik dan Timur Tengah 2023 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, dimulai. Kompetisi merancang, membangun, dan menguji mobil hemat energi untuk generasi muda yang berlangsung 4-9 Juli.

Global General Manager Shell Eco Marathon, Norman Koch mengungkapkan, Shell Eco Marathon tahun ini diikuti oleh 70 tim mahasiswa dari 13 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Dan, tim yang bisa memecahkan rekor dengan energi paling hemat yang akan menjadi nominasi juara. Dimana semua peserta akan bersaing satu sama lain di trek pada Jumat, Sabtu dan Minggu.

Teknologi eco shell, katanya, bukan digunakan berkendara di jalan raya karena safety keamanan masih banyak kekurangan. Yang mana, Eco-marathon ini sebagai teknologi masa depan.

Diungkapkan, ajang Shell Eco Marathon ini sudah dilakukan 38 tahun lalu. Dan, karya mahasiswa tersebut tetap dalam perlindungan karya intelektualnya. Sementara tim SME hanya menyiapkan wadah saja.

Kendaraan yang dirancang mahasiswa ini ingin dicapai lebih canggih dan bagus. “Saya sangat mendorong peserta untuk berbicara dengan tim yang mereka sukai. Memberi tahu apa yang sedang mereka kerjakan pada apa yang mereka teliti atau apa fokus penelitian mereka di universitas dan anda akan belajar lebih banyak tentang teknologi,” jelasnya, Rabu (5/7).

Dia mengakui, tim dari Indonesia sangat luar biasa dalam ajang Shell Eco Marathon. Tim Indonesia benar-benar mengguncang kompetisi Shell Eco Marathon Pasifik dan Timur Tengah pada tahun lalu. “Di 10 dekade even belakangan Tim Siliwangi Indonesia sempat menang,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya memiliki keyakinan bahwa tim Indonesia akan kembali memainkan peran penting di trek pada akhir pekan ini. Dan akan keluar sebagai pemenang. Bahkan ia cukup yakin melihat tim Indonesia di final kejuaraan dunia di India pada bukan Oktober.

Ke depan, ajang Shell Eco Marathon ini dapat mengurangi penggunaan enegi dan efisiensi. Menggunakan zero karbon dalam membantu dekarbonisasi pada transportasi, baik pada mesin menggunakan disel, bensin dan etanol. Sehingga banyak peserta menggunakan baterai dan hidrogel pada kendaraan.(tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 533

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *