Setelah Pesta Tuak dan Brem, Pemuda 20 Tahun Ini Tewas

  • Bagikan
F TEWAS
IST / RADAR MANDALIKA TEWAS: Jenazah korban saat disemayamkan di rumah duka, setelah Polisi melakukan identifikasi dan olah TKP.

LOTIM – Seorang pemuda ditemukan warga dalam kondisi tewas terkapar, di Dusun Dayen Kubur Desa Surabaya Utara Kecamatan Sakra Timur (Sakti) Lombok Timur (Lotim). Pemuda tersebut MA, 20 tahun asal Dusun Dayen Kubur Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakti. Diduga, kematiannya itu setelah pesta minuman keras (miras) bersama rekannya, sekitar pukul 05.00 wita, Sabtu (8/1) lalu. Sejumlah saksi mengetahui kejadian itu. Saksi pertama Supini 55 tahun, saksi kedua M Junidin 56 tahun, dan saksi ketiga Andi Jaidun 25 tahun.

 

Penuturan Kapolsek Sakra Timur, IPTU Muhamad Amin, dari hasil informasi yang dikumpulkannya, Jumat (7/1) lalu sekitar pukul 22.00 Wita, saksi ketiga diajak korban ke Dusun Montong Bunut Desa Menceh Kecamatan Sakti, menggunakan sepeda motor Vario milik korban. Untuk menemui rekannya yang diketahui baru pulang dari Malaysia.

Di sana, korban bersama temannya tersebut dijamu menggunakan miras tradisional jenis tuak dan brem. Miras yang diteguk itu dioplosnya, yakni tuak dan brem dicampur menjadi satu. Miras oplosan itulah yang diteguk korban. Kemudian Sabtu (8/1) lalu sekitar pukul 01.00 wita dinihari, korban mengantar saksi ketiga tersebut ke rumahnya, di dusun Dasan Gubuk Tengah Desa Surabaya. Sekitar pukul 03.00 Wita dinihari, Supini (saksi pertama, red) merupakan tetangga korban, mendengar ada bunyi sepeda motor.

Supini pun sempat melihat-lihat dari dalam rumahnya, bahwa terdapat satu sepeda motor yang sempat berhenti. Akan tetapi selang beberapa waktu kemudian, mereka pergi dari tempat itu. Sekitar pukul 05.15 wita, M Judin yang hendak menunaikan salat subuh di rumahnya, menemukan korban dalam posisi tergeletak di teras rumah.

Judin yang merupakan ayah korban, langsung melarikannya ke Puskesmas Lepak, untuk mendapatkan perawatan medis, guna memastikan kondisi korban. Akan tetapi setelah diperiksa tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Karena sudah tak bernyawa, jenazah korban pun dibawa pulang ke rumah duka.

Kapolsek Sakra Timur, IPTU Muhamad Amin, yang mendapat informasi tersebut, langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekaligus berkoordinasi dengan tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. “Dari keterangan beberapa teman almarhum, sebelum meninggal ikut pesta miras di rumah temannya, yang baru pulang di Malaysia,” jelasnya.

Atas kematian korban tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Sehingga, jenazah korban diserahterimakan pada keluarga korban, untuk dimakamkan.

“Pihak keluarga korban sepakat menerima kejadian ini sebagai musibah, dan ikhlas menerima musibah ini,” pungkasnya. (fa’i/r3)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *