Senam Zumba Langgar Protokol Kesehatan Covid-19

F Senam Zumba

KETERANGAN : Sekda Lotim didampingi Kapolres, Dandim 1615 dan menghadirkan penyelenggara senam zumba, serta pelapor, dalam keterangan pers, di Mapolres Lotim, kemarin.

LOTIM – Senam zumba yang dikuti puluhan orang disebuah gedung olahraga Desa Masbagik Utara Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menjadi persoalan. Setelah salah satu pemuda Desa Danger Kecamatan Masbagik, memposting melalui akun facebook pribadi yakni Yudha Milia.

Kemarin, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, memanggil penyelenggara senam zumba dan pemilik akun faebook itu, di Mapolres Lotim. Rupanya, penyelenggaraan senam zumba yang viral di media sosial itu, tidak berizin. Namun penyelenggara senam zumba ini, enggan buka suara dalam mediasi itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taofik, dalam mediasi sekaligus keterangan pers itu mengatakan, penyelenggara senam zumba tersebut, tidak pernah melaporkan kegiatannya. Selain tidak berizin karena melebihi 30 orang, senam zumba itu tidak mematuhi  protokol kesehatan covid-19, seperti tidak menggunakan masker. Yang dipermasalahkan bukan olahraganya, akan tetapi ketidaktaatan pada protokol covid-19.

“Selesai mediasi ini, penyelenggara akan langsung sidang yustisi memastikan pelanggaran protokol kesehatan covid-19. Penyelenggara akan disanksi denda Rp 400 ribu, sesuai Peraturan Daerah Provinsi NTB nomor 7 tahun 2020 dan Peraturan Bupati nomor 50 tahun 2020,” tegasnya.

Sejak operasi yustisi lanjutnya, sudah tidak lagi masuk dalam ranah sosialisasi, tetapi penindakan berupa sanksi. Bahkan dalam catatannya sejak operasi yustisi, jumlah masyarakat yang terjaring operasi yustisi karena melanggar protokol kesehatan covid-19, sudah mencapai 1.051 orang. Dari jumlah itu, 166 orang pelanggar lebih memilih denda Rp 100 ribu. Selebihnya, diberikan sanksi sosial. Uang hasil sanksi berupa denda itu, diserahkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi NTB. “Pada prinsipnya, penyelenggara diberlakukan sama dengan masyarakat lainnya yang telah terjaring berupa sanski denda,” tegasnya dan mengatakan, kegiatan senam zumba berikutnya silahkan, asal tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. “Masalah ini, tolong jangan dibanding-bandingkan dengan kegiatan ibadah dimasjid, karena disana juga tetap sesuai protokol kesehatan,” imbuhnya.

Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio, SIK menambahkan, tindakan dilakukan pelapor senam zumba adalah salah satu bentuk kepedulian pemuda. Hal itu, agar seluruhnya mematuhi protokol kesehatan. Ia mengingatkan, setiap kegiatan besar yang mengundang kerumunan, disarankan sebaiknya berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

Harapannya, ke depan semua masyarakat Lotim berpartisipasi bagaimana menekan penyebaran wabah covid-19. Serta, bersama-sama dalam mengantisipasi penyebarannya ditengah-tengah masyarakat. “Memang senam zumba ini tidak ada izin, baik dari polsek atau institusi berwenang lainnya,“ ujar Tunggul.

Dandim 1615 Lotim, Letkol Inf Agus Prihanto Donny, juga meminta partisipasi semua masyarakat Lotim, menekan penyebaran wabah covid-19. Menurutnya, masalah yang terjadi saat ini, salah satu bagian kecil dari bentuk partisipasi masyarakat, serta wujud kepedulian membantu pemerintah menekan penyebaran covid-19. Karena tidak mungkin pemerintah, TNI dan Polri, setiap hari mengecek satu persatu, setiap detik dan setiap menit, apa saja kegiatan masyarakat Lotim.

Tentunya sambung Donny, partisipasi masyarakat sangat diharapkan. Bila ada potensi yang mengarah pada pelanggaran protokol kesehatan, agar dilaporkan pada Polsek, Koramil, Babinsa atau melalui Bhabinkamtibmas setempat. Sehingga, bisa ditindaklanjuti cepat, untuk mengingatkan masyarakat tersebut, bahwa itu tidak boleh.

“Pastinya kalau melanggar, mohon maaf kita akan bertindak ssuai dengan aturan yang ada,” tegasnya juga.

Pada kesemapatan itu, Yudha yang melapor dan memposting senam zumba yang dianggap melanggar protokol kesehatan covid-19,dalam mediasi itu mengaku cukup trauma dengan terdampaknya kepala daerah oleh covid-19. Langkah diambilnya melaporkan senam zumba itu, sekaligus sebagai bentuk sebuah antisipasi penyebaran wabah covid-19. Kalau tidak melakukan hal demikian, maka tidak akan ada kesadaran di tengah-tengah masyarakat.

Sehingga pada kesempatan itu pula, Yudha memberikan delapan catatan sebagai masukan terhadap tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Lotim. Salah satunya, meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai protokol kesehatan, optimalisasi fungsi koordinasi pemerintah desa, Polsek, sampai Polres sebagai satu kesatuan yang tergabung dalam tim. Termasuk memfasilitasi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dalam kegiatan keagamaan masyarakat dan beberapa catatan lainnya.

“Di sini, saya tidak ada kepentingan apa pun. Saya juga tidak punya tujuan apa pun. Tapi semua ini saya lakukan, demi kebaikan kita bersama, melakukan antisipasi dan demi ketertiban masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Herlina, selaku penyelenggara senam zumba, saat diminta tanggapannya oleh awak media, enggan buka suara. Sembari turun dari tangga lantai dua Polres Lotim yang menjadi lokasi keterangan pers dan mediasi, Herlina terus berjalan sembari mengatakan “no coment”. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pendemo Ancam Laporkan BRI dan Dinsos Loteng

Read Next

Reses Dewan Jangan Dipakai Kampanye

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *