Sembalun Zona Hijau, Masyarakat Tidak Boleh Lengah!

F sosialisasi

IST/RADAR MANDALIKA SOSIALISASI: Sosialisasi pencegahan penularan dan pengendalian Covid-19 di Sembalun, belum lama ini.

LOTIM – Konsepsi NTB dan Oxfam bersama ANCP (Australian NGO Corporation) di Indonesia atas dukungan dari Australian Government Department of Foreign Affair and Trad (DFAT) melakukan sosialisasi pencegahan penularan dan pengendalian Covid-19 di Sembalun, Minggu kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman, M.Kes menekankan dua hal penting dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kedua hal tersebut adalah pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
“Kalau penanganan itu berbicara bagaimana saat orang sudah terkonfirmasi positif, ini adalah lebih banyak tanggung jawabnya bagi tim kesehatan. Kalau kita di masyarakat yang harus diketahaui yaitu pencegahan,” terang Fathurrahman.
Menurutnya, Sembalun sebagai salah satu daerah yang banyak dikunjungi wisatawan harus melakukan pencegahan sebaik mungkin supaya tidak menjadi episentrum covid-19 di Lombok Timur.
Masyarakat memiliki andil yang cukup besar dalam melakukan pencegahan covid-19. Sehingga masyarakat dapat terus beraktifitas secara aman berdampingan dengan covid-19 untuk beberapa waktu kedepan.
“Pencegahan yang terbaik adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan menjaga jarak,” imbaunya.
Berdasarkan data yang ada, sampai saat ini Kecamatan Sembalun menjadi daerah zona hijau paling lama di Lombok Timur. Kendati demikian, masyarakat tidak boleh lengah.
“Sering kami sampaikan biasanya kecamatan yang tidak ada kasusnya itu justru lengah atau istilahnya mungkin abai akhirnya tidak pakai masker dan seterusnya,” sebut Fathurrahman.
Katanya, ini tentu harus menjadi perhatian kita semua sehingga masyarakat tetap terjaga serta roda perkonomian dan aktivitas pariwisata tetap berputar. Pasalnya selama ini aktivitas pariwisata di Sembalun lesu akibat pandemic Covid-19.
“Sudah lama kita tidak memiliki uang dari aktivitas wisata, selama ini kami mengandalkan pertanian dan itupun sedikit,” keluh Amin Riis salah seorang pelaku wisata di lokasi.(red/rls)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Catat! Jangan Pilih Pejabat Karena Kedekatan

Read Next

Kerbau Masuk Sirkuit, Camat Pujut: Ini Makanya Ada Imbauan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *