Mataram – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia Tahun 2026 pada Sabtu, 25 April 2026 di Kosta Sport Hub. Kegiatan ini mengusung tema “Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap Berinovasi!” dengan menghadirkan konsep edukatif yang dikemas secara santai dan interaktif.
Salah satu kegiatan utama adalah “NGOPI: Ngobrol Pintar Soal Kekayaan Intelektual” yang menghadirkan diskusi interaktif serta podcast KI. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami pentingnya pelindungan kekayaan intelektual serta kaitannya dengan kreativitas dan industri olahraga yang terus berkembang.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan coaching padel yang diikuti oleh berbagai peserta, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Anna Ernita. Keterlibatan pimpinan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam mengkampanyekan kekayaan intelektual melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan pelaksanaan mini soccer. Kegiatan olahraga ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa inovasi dan kreativitas di bidang olahraga memiliki nilai ekonomi yang perlu dilindungi melalui kekayaan intelektual. Pada kesempatan tersebut, Kanwil Kemenkum NTB juga menghadirkan layanan kekayaan intelektual bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi maupun mendapatkan informasi terkait pendaftaran dan pelindungan KI. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kekayaan intelektual sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi di bidang olahraga.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, menyampaikan bahwa pendekatan kreatif melalui olahraga dan diskusi santai menjadi strategi efektif dalam mendekatkan isu kekayaan intelektual kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan intelektual tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Dari olahraga dan kreativitas, lahir karya bernilai ekonomi yang perlu dilindungi,” ujarnya.(red)