Selsai Salat Subuh, Warga Temukan Bayi di Berugak

F EVAKUASI 1

IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Orok bayi yang ditemukan dua ibu-ibu setelah di evakuasi ke Polindes, untuk mendapatkan perawatan medis, kemarin.

LOTIM – Lagi dan lagi, kasus pembuangan bayi terulang. Entah apa dalam benak pelaku, tega membuang darah dagingnya sendiri. Apalagi dilakukan dalam bulan Suci Ramadan.
Pagi selesai salat subuh kemarin, warga Dusun Otak Reban Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timuru (Lotim) dibuat geger. Pasalnya, dua emak-emak ketika turun dari masjid menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki di berugak milok Gipta Udana alias Amaw Jagat, asal Desa Pringgasela, yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kronologi kejadiannya, ketika itu Inaq Sul dan Inaq Nijar menunaikan salat subuh berjamaah di masjid. Begitu selesai salat berjamaah, keduanya memutuskan pulang. Sesaat setelah turun dari masjid dan hendak pulang, keduanya menemukan bayi laki-laki, terbungkus kain warna merah dalam keadaan masih hidup. Karena takut dimarahi, kasus itu langsung dilaporkan ke Polsek Pringgasela Lotim.
Tim dari Polsek Pringgasela, langsung mendatangi TKP, melakukan evakuasi untuk dilakukan pemeriksaan secara medis kondisi bayi tak berdosa tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan Desa Pringgasela, Wita Apria Wardani, bayi laki-laki tersebut diperkirakan lahir pada malam hari, dan dibantu tenaga kesehatan. Karena ditemukan klem di tali pusar yang memang digunakan tenaga kesahatan seperti untuk memotong tali pusar.
Usai diperiksa petugas medis, bayi malang yang dengan sengaja dibuang orang tuanya itu, langsung diamankan ke Polindes desa Pringgasela. Petugas Polindes, sementara waktu akan merawatnya.
Kapolres Lotim, melalui Kasubbag Humas, IPTU Lalu Jaharudin, mengungkapkan bayi malang dan tak berdosa itu diduga sengaja dibuang, kemungkinan lahir diluar nikah dan sebab malu. Terduga pelaku pembuangan, saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Untuk penanganan orok bayi ini, pihak Puskesmas Pringgasela, telah koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan lainnya,” terangnya.
Kasus pembuangan bayi ini menambah deretan daftar kasus di wilayah hukum Polres Lotim. Dari itu, pihaknya berharap kerjasama baik masyarakat, bila mengetahui terduga pelaku pembuangan, segera dilaporkan pada petugas. Sehingga, petugas bisa melakukan pengamanan dan penanganan sesuai hukum berlaku.
“Mudahan pelaku cepat terungkap,” harapnya. (fa’i/r3).

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemberdayaan Ekonomi Ummat Pemprov Bakal Didukung MUI

Read Next

Soal MotoGP, Dewan NTB Temui Moeldoko

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *