LOBAR—Lombok Barat (Lobar) segera memiliki Gudang Bulog terintegrasi pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini dipastikan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar melakukan kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) pusat untuk rencana tersebut. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dengan Wakil Direktur Utama Perum Bulog Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, Senin (8/6), untuk pemberian hibah lahan pembangunan gudang pascapanen terintegrasi tersebut.
“Sudah dilakukan penyerahan aset untuk pembangunan lokasi gudang pascapanen terintegrasi. Jadi nanti Bulog akan bangun di situ,” terang Bupati LAZ yang dikonfirmasi awak media, Selasa (9/6).
Dua titik lahan seluas 3 hektare yang berada di Kecamatan Narmada dan Lingsar disodorkan Pemkab Lobar untuk dipilih menjadi lokasi pembangunan gudang bernilai sekitar Rp200 miliar tersebut. Nantinya gudang terintegrasi itu selain menampung gabah para petani, juga akan mengolahnya menjadi beras siap jual. Tentunya hal ini menjadi keuntungan untuk daerah karena seluruh hasil pertanian Lobar bisa terserap oleh gudang Bulog tersebut. Bahkan, para petani tidak akan rugi sebab langsung berhubungan dengan Bulog.
“Semua hasil panen pertanian terserap dan menjaga harga gabah,” ucap LAZ.
Di sisi lain, keuntungan adanya Gudang Gabah Terintegrasi itu juga memberikan dampak perputaran ekonomi warga lokal. Sebab, LAZ meminta penyerapan tenaga kerja lokal dalam pengoperasian berbagai alat produksi di gudang tersebut.
“Pasti akan butuh tenaga kerja, sehingga terseraplah tenaga kerja kita. Perputaran ekonomi baru, pasti nantinya di Gudang Bulog akan ada lalu lintas barang masuk di situ, jadi membuat ekonomi sekitar itu kan tumbuh,” terang LAZ.
Upaya Pemkab Lobar dalam menjemput bola program pusat itu merupakan bagian dari langkah pemerataan pembangunan dan ekonomi. Setelah sejumlah titik pembangunan strategis di kawasan jantung ibu kota kabupaten, Pemkab Lobar ingin pembangunan strategis juga ada di kawasan utara Lobar. Terlebih, Gudang Gabah Bulog terintegrasi ini akan melibatkan sejumlah pihak untuk menjalin mata rantai pasokan.
“Soal siapa yang bangun dan mengoperasikan bukan masalah, bagi kita yang terpenting pertumbuhan ekonomi. Pasti namanya Bulog itu akan butuh tenaga kerja banyak. Pengeringan padi, penggilingan, itu kan modal-modal keterampilan yang selama ini dimiliki oleh masyarakat kita,” lanjutnya.
Selain memberikan dampak pertumbuhan ekonomi, pembangunan gudang itu juga bagian dari langkah menjaga ketahanan pangan nasional.
“Sehingga nanti menjadi stok di sini, untuk negara ada di sini,” pungkasnya. (win)
