PERSAWAHAN: Lahan persawahan di Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan Lobar. (Ist/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Para petani di Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan resah karena tak dapat bercocok tanam akibat kesulitan air. Pasalnya salah satu aliran air persawahan yang berasal dari Bendungan Batujai Lombok Tengah (Loteng) tak mengalir. Sebab bendungan itu kini tengah dalam perbaikan dan alirannya ditutup membuat sawah warga yang terletak di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah itu minim pengairan.

“Kalau masalah pupuk alhamdulillah sudah cukup. Namun kendala pada penanaman musim kedua ini, air sebagai sumber utamanya. Karena tertutup oleh proyek saluran di bendungan tersebut,” jelas Lalu Ayem, 48 tahun, Pekasih di Subak Giri Sasak, Rabu (15/3).

Menurutnya, terdapat 70 hektare lahan pertanian di desa itu terancam akan sulit dicocok tanam pada musim kedua (MT II). Sebab para petani sangat tergantung pada aliran air dari bendungan. Selain mengandalkan air hujan.

“Kondisinya sekarang bendungan itu ditutup untuk percepatan perbaikan saluran, mulai dari PJ2 sampai PJ14 (posisi sawah) saat ini sedang sangat membutuhkan air. Luas keseluruhan lahan di sini 100 hektare dan yang sedang digarap saat ini sekitar 70 hektare di subak Giri Sasak Dusun Lendang Kuripan,” paparnya.

Menanggapi hak itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar, HL Winengan mengaku akan segera meminta pengamat irigasi membuka air bendungan itu. Sebab petani harus juga diutamakan untuk masa tanamnya.

“Kita sangat mendukung proyek itu, tapi kita harus mengutamakan kepentingan petani untuk menjaga ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan di daerah dan nasional,” jelasnya.

Winengan rencananya akan menyampaikan keluhan petani tersebut ke Dinas Pertanian Lombok Tengah. Bahkan pria berkepala plontos itu siap bertemu langsung dengan Bupati Loteng untuk membantu penanganannya.

“Nanti kita bersurat atau menemui Bapak Pengamat, Kadis Pertanian Lombok Tengah, dan Bupati Lombok Tengah untuk menyampaikan hal ini supaya air bendungan Batujai dibuka,” ujarnya.

Jangan sampai MT II terganggu karena penutupan air untuk kepentingan proyek. Sebab akan berpotensi gagalnya para petani Lobar menanam padi. “Hal itu sangatlah disayangkan,” pungkasnya. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 379

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *