Hj Lale Puspasari (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—Satu jamaah haji asal Lombok Barat (Lobar) dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci, Rabu (21/6). Jamaah wanita bernama Nurhasanah asal Sekotong meninggal sekitar pukul 14:24 waktu setempat.

Kabar meninggalnya seorang jamaah itu dibenerkan Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lobar, Hj Lale Puspasari.

“Jemaah yang meninggal atas nama Nurhasanah asal Sekotong dari kloter 11, semoga beliau husnul khotimah,” ujar Lale, yang dikonfirmasi, Kamis (22/6).

Lale menuturkan Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang berada di Tanah Suci telah melakukan tindakan medis yang semestinya. Namun, almarhumah tak bisa tertolong karena ada indikasi serangan jantung, hipertensi dan obesitas. “Memang saat diperiksa sebelum keberangkatan, almarhumah ada riwayat darah tinggi,” ungkapnya.

Saat diperiksa oleh tim kesehatan kala itu, tekanan darahnya mencapai 180. Kemudian almarhumah juga kelebihan berat badan mencapai 107 kg. Lale menyebut, saat pemeriksaan ketika akan bertolak ke Tanah Suci, almarhumah dinyatakan layak berangkat dan dalam keadaan sehat.

Kini, jenazah almarhumah akan langsung dimakamkan di Tanah Suci. “Biasanya jemaah yang meninggal di Tanah Suci langsung dimakamkan (di Tanah Suci), tidak dipulangkan ke tanah air,” pungkasnya.

Pihaknya mengaku belum sempat menyampaikan kabar duka itu secara langsung kepada pihak keluarga yang berada di rumah. “Tetapi informasi teman-teman haji sudah disampaikan (kabar duka tersebut). Dan Insya Allah dari pihak keluarga sudah ikhlas,” bebernya.

Sejauh ini, kondisi para jamaah haji Lobar yang lain dalam keadaan baik dan sehat. Walaupun para jamaah haji itu didominasi lansia. Namun, hingga kini kondisi mereka dalam keadaan baik. Dan diharapkan agar tetap sehat sampai seluruh rangkaian ibadah haji tuntas mereka laksanakan. Bahkan hingga nantinya kembali pulang ke tanah air.

Para jamaah pun telah diimbau melalui ketua kloter maupun ketua rombongan masing-masing agar tidak terlalu banyak keluar hotel. Lantaran cuaca di tanah suci yang dinilai cukup ekstrem bagi warga Indonesia. “Kemudian diimbau untuk banyak minum tiap beberapa menit, itu yang dianjurkan oleh tim kesehatan yang ada di kloter,” tutupnya.(win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 290

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *