HL WINENGAN (DOK/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) HL Winengan memperingatkan pengelola Rumah Potong Hewan (RPH) di Lobar untuk tak bermain-main. Terutama terkait dugaan penjualan sapi yang sudah masuk RPH dan tak jadi dipotong.

“Sapi yang sudah masuk RPH itu tidak boleh keluar hidup, harus keluar mati (dalam potongan daging),” tegas Winengan beberapa hari lalu.

Tidak ada alasan sapi yang sudah masuk RPH dijual kembali hidup. Sebab jika melihat dari sisi kesehatan, sapi yang dipotong di RPH sudah melalui pemeriksaan dan dipastikan sehat. Selain itu ketika sudah masuk RPH berarti sudah diniatkan untuk dipotong.

“Tidak boleh dibatalkan,” tandasnya.

Winengan bahkan mengancam siap memproses RPH yang melakukan indikasi penjualan sapi yang sudah masuk RPH. Ancaman penutupan akan dilakukan jika didapati. Ia menilai apabila ada yang menjual lagi sapi yang masuk RPH, itu artinya menipu daerah.

“Kalau saya temukan akan saya tutup, karena kalau dia jual itu pelanggaran hukum,” tegas pria berkepala plontos itu.

Dari data Distan Lobar terdapat 7 tempat RPH yang menyebar di wilayah Lobar. Demi memastikan tidak ada indikasi penjualan sapi hidup selepas masuk RPH, Winengan akan meminta para pengelola RPH menyampaiikan laporan.

“Kalau tidak buat laporan bisa dicurigai itu,” imbuhnya.

Kebijakan itupun akan segera diberlakukan pihaknya. Termasuk dalam suasana hari raya Idul Adha. Karena ia ingin memastikan niat baik seseorang benar-benar dilaksanakan.

“Orang sudah niat masak ndak jadi,” pungkasnya.(win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 403

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *