MATARAM — Santri sekaligus siswa kelas VI SD Islam Aswaja Darul Falah Pagutan, Hary Midhat Pasha El Hasan, bersiap membawa nama Nusa Tenggara Barat (NTB) di panggung sepak bola usia dini tingkat nasional. Midhat dipastikan masuk dalam skuad utama Lombok United yang akan berlaga pada Turnamen Grassroot Nasional di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, pada 27–31 Oktober 2026.
Keikutsertaan Lombok United dalam turnamen tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia dini di NTB. Tim ini diharapkan mampu menunjukkan potensi pemain-pemain muda daerah sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk bersaing di level nasional.
Bagi Midhat, kesempatan tersebut merupakan langkah penting dalam perjalanan sepak bolanya. Di balik kemampuannya mengolah si kulit bundar, pendidikan sebagai santri di SD Islam Aswaja Darul Falah Pagutan turut membentuk karakter dan mental bertandingnya.
Kedisiplinan, kejujuran, kepatuhan, pengendalian diri, serta ketahanan mental yang ditanamkan melalui pendidikan agama menjadi bekal berharga bagi Midhat dalam menghadapi persaingan di lapangan hijau.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun atlet usia dini yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, sportivitas, dan tanggung jawab.
Sebelum bergabung memperkuat Lombok United, Midhat telah menempa kemampuannya di SSB Bintang Ampenan. Pengalamannya bersama Lombok United dalam sejumlah turnamen sebelumnya juga diharapkan membantu proses adaptasi dan meningkatkan kontribusinya bagi tim.
Dalam turnamen kali ini, Midhat diproyeksikan mengisi posisi penyerang tengah atau striker nomor sembilan. Kemampuan penyelesaian akhir menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat membantu Lombok United menghadapi para pesaingnya.
Pelatih Lombok United, Coach Fasta, mengatakan persiapan tim telah dilakukan secara serius. Selain mematangkan kesiapan pemain, pihaknya juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah sekolah sepak bola (SSB) mitra untuk memperluas proses penjaringan dan pembinaan talenta muda.
“Kesiapan Lombok United sudah sangat siap. Langkah pemantauan atau scouting kami lakukan dengan melihat secara cermat mental bertanding serta kemampuan individu para pemain. Tujuan kami sangat jelas, sebagai jembatan bagi pemain-pemain usia dini di Lombok agar dapat tampil di tingkat nasional,” ujar Coach Fasta.
Secara khusus, Coach Fasta memberikan apresiasi terhadap potensi yang dimiliki Midhat. Menurutnya, pemain muda tersebut memiliki kemampuan individu yang baik, terutama dalam urusan mencetak gol.
“Midhat adalah pemain usia dini yang memiliki kemampuan individu sangat bagus. Dia merupakan tipe striker dengan penyelesaian akhir (finishing) yang sangat baik. Kami optimistis Midhat adalah salah satu aset berharga untuk masa depan sepak bola NTB di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Pada Turnamen Grassroot Nasional tersebut, Lombok United tergabung dalam Grup 13 kategori usia 12 tahun (U-12). Mereka dijadwalkan menghadapi tiga tim, yakni Zico Purworejo, Gamalama Maluku Utara, dan Petal Sukadiri.
Persaingan di fase grup akan menjadi kesempatan bagi para pemain Lombok United untuk menguji kemampuan, mental bertanding, serta kekompakan tim melawan peserta dari daerah lain.
Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan sepak bola usia dini di Lombok agar semakin berkembang dan memiliki jalur menuju kompetisi yang lebih luas.
Kehadiran Midhat sebagai santri yang turut memperkuat Lombok United juga membawa pesan bahwa pendidikan agama dan olahraga dapat berjalan beriringan. Dengan dukungan sekolah, pelatih, keluarga, serta lingkungan pembinaan, para santri memiliki peluang untuk mengembangkan bakat dan mengukir prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang mereka jalani.
Kini, Midhat bersama rekan-rekannya bersiap memberikan penampilan terbaik di Stadion Pakansari. Harapannya, perjuangan Lombok United di Bogor tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTB dan mendorong lahirnya talenta-talenta sepak bola muda dari Nusa Tenggara Barat. (red)
