LOBAR—Aruna Senggigi Resort & Convention kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian seni dan budaya lokal. Masih dalam suasana rangkaian perayaan hari ulang tahun Aruna ke-10, manajemen menghadirkan ajang perlombaan tari kreasi Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) serta fashion show busana tenun khas Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (25/10).

Kompetisi budaya ini bahkan sukses menarik animo masyarakat hingga sanggar seni ikut serta di ajang ini. Bahkan Pemerintah Provinsi NTB memuji langkah hotel bintang empat itu dalam melestarikan budaya lokal melalui ajang seni.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari perayaan hari ulang tahun Aruna yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Batik Nasional serta Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTB. Menurutnya, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi dan melampaui target awal yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen.

“Sebenarnya kita sudah tahan-tahan juga untuk tutup, target itu 25 grup untuk lomba tari di mana satu grup berisi 3 orang dan 30 peserta fashion show. Ternyata yang mendaftar ada 62 peserta untuk fashion show dan 27 grup untuk lomba tari,” ujar Yeyen Heryawan saat dikonfirmasi selepas acara.

Peragaan busana yang digelar Aruna sangat menonjolkan hasil kerajinan lokal. Pihak penyelenggara memberikan penekanan khusus pada penggunaan kain tenun asli Sasambo. Peserta dipersilakan berkreasi mengombinasikan secara kreatif menyambungkan kain tenun Sasambo dengan sentuhan kain batik.

Kategori busana yang ditampilkan dibagi menjadi gaya kasual hingga busana formal, diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan.

“Ini bentuk dukungan nyata terhadap para perajin lokal sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan busana tradisional,” ucapnya.

Yeyen mengaku kegiatan ini baru pertama kali digelar pihaknya dalam rangkaian HUT Aruna. Menurutnya, inspirasi kegiatan ini dari owner Aruna Senggigi yang menginginkan Senggigi jadi basis kebudayaan. Bahkan pihaknya berencana menampilkan berbagai pertunjukan kesenian budaya hingga fashion show yang akan ditampilkan pada Laluma Aruna Senggigi yang belum lama ini terbangun di pinggir Pantai Senggigi.

“Selain itu, kita juga akan tetap bekerja sama dengan Dekranasda, baik provinsi maupun Lombok Barat,” katanya.

Melihat tingginya animo masyarakat dan para pelaku seni, manajemen berencana untuk memperpanjang durasi pelaksanaan kegiatan pada tahun mendatang. Yeyen menyebutkan penyelenggaraan acara ke depan berpotensi dibagi menjadi dua hari terpisah antara lomba kreasi seni tari dan fashion show guna memaksimalkan waktu dan kenyamanan peserta.

“Ke depan tentunya Aruna bisa tetap memberikan sumbangsih kepada NTB, terutama sektor pariwisata, untuk tetap melestarikan budaya serta ini adalah salah satu faktor untuk menarik wisatawan mancanegara,” pungkas Yeyen.(Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *