Sabar KLU, DAK Fisik Disunat 19,7 Miliar

F Silaturrahmi

IST/RADAR MANDALIKA BINCANG: Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Sudarmanto saat silaturrahmi ke kantor Bupati KLU, Selasa kemarin.

MATARAM – Informasi kurang sedap untuk jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dimana, khusus dana alokasi khusus (DAK) 2021 dipotong pemerintah pusat cukup besar Rp 19,7 miliar.
Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB menyebutkan, kinerja DAK fisik tahun 2021 KLU mengalami pengurangan sebesar 14,66 persen dari Rp 133,9 miliar menjadi Rp 114,2 miliar atau sebanyak Rp 19,7 M.
Parahnya lagi, sampai triwulan I 2021 belum ada realisasi. Ini disampaikan DJPb Provinsi NTB di acara silaturahim, Pemda dan Kanwil DJPb di KLU, Selasa kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Sudarmanto mengungkapkan, KLU sudah memenuhi persyaratan penyaluran dan tinggal data kontrak kegiatan yang belum ada. Sudarmanto menambahkan, jika persyaratan dipenuhi, bisa segera dicairkan karena batas akhir penyaluran Tahap I adalah 31 Juli 2021, tetapi bisa lebih cepat lebih baik. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini dana APBN sangat diperlukan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di saat sektor swasta masih belum menggeliat.

“Perlu diingat bahwa DAK fisik adalah project by request (Pemda), sehingga harapannya dana yang disediakan dapat dioptimalkan,” tegas Sudarmanto.

Sementara terkait pemotongan DAK fisik yang cukup besar, hal tersebut menyesuaikan dengan rencana kegiatan yang disampaikan semua OPD di KLU. Sementara belum disalurnya DAK fisik karena proses kontrak yang sedang berlangsung.

“Sedangkan untuk penyerapan Dana Desa di KLU, sudah cukup bagus karena capaian penyerapannnya sudah mencapai sebesar 32,68 persen dari total pagu. Penyerapan ini termasuk untuk Dana Desa Tahap I, dan BLT untuk 43 Desa di KLU,” jelasnya.

DJPb Provinsi NTB juga menyampaikan data realisasi APBN di NTB sampai dengan triwulan I 2021 mencapai angka sebesar 19,74 persen, sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 15 persen. Capaian realisasi ini merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Sudarmanto menyampaikan, kinerja tertinggi penyerapan dicapai Pemprov NTB dengan capaian 30,17 persen sementara KLU dengan capaian 13,98 persen. Untuk kinerja penyerapan dana tertinggi di KLU dicapai oleh Satker KPU KLU dengan capaian 54,22 persen.

Di samping itu, Bupati Kabupaten Lombok Utara, Djohan Sjamsu menekankan pentingnya untuk terus ditumbuhkan koordinasi dan sinergi antara Pemda melalui Badan/Dinas terkait dengan Kanwil DJPb Provinsi NTB. “Iya ini juga untuk pencapaian target penyerapan DAK fisik dan Dana Desa di Kabupaten Lombok Utara,” kata bupati. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pascakecolongan, Satgas Covid-19 Loteng Sayangkan Ada Penjemputan Jenazah

Read Next

Ruslan: Sering Revisi Pergub, Kita Dianggap ‘Bodoh’

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *