RUSAK: Kondisi ruas jalan penghubung Desa Sengkol-Desa Pengembur yang rusak parah, Kamis (9/3). (FENDI/RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Kondisi ruas jalan kabupaten penghubung antar Desa Sengkol dengan Desa Pengembur Kecamatan Pujut sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Betapa tidak, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan parah namun tidak kunjung ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng). Akibatnya warga harus berjibaku dengan lumpur dan licin saat musim hujan. Dimana, kondisi permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang sangat mengganggu mobilitas warga.

Salah seorang warga, Ketip menjelaskan jika akses jalan tersebut sudah rusak sejak lama, namun dari informasi yang pihaknya terima bahwa sempat akan diperbaiki. Namun sayang, sampai detik ini belum kunjung ditangani atau dikerjakan oleh pemerintah.

“Dulu sudah diukur, katanya mau dikerjakan tetapi sampai sekarang tidak ada pengerjaan sehingga kondisinya semakin rusak parah,” terangnya pada Radar Mandalika, Kamis (9/3).

Ruas jalan tersebut ungkapnya menjadi jalur utama bagi warga yang ada di Desa Sengkol, untuk mengakses pelayanan pendidikan, pertanian, ekonomi dan keperluan lainnya.

Pihaknya menegaskan, keberadaan akses jalan tersebut sangat vital. Sehingga butuh pengerjaan perbaikan segera agar warga bisa melintas dengan nyaman, an tidak mengancam keselamatan pengendara seperti saat ini.

“Kita ingin pagar saja jalan ini kalau tidak kunjung dikerjakan, atau kita tanami pisang sekalian,” ancam-nya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sengkol, Satria Wijaya Saraf mengemukakan, jika ruas jalan tersebut memiliki panjang 4,9 kilometer. Itu ungkapnya berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pemerintah kabupaten saat jalan tersebut berubah status menjadi jalan kabupaten pada tahun 2017 lalu.

Setelah menjadi jalan kabupaten, pemerintah desa jelasnya sudah melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar akses ruas jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Namun pengerjaan-nya sampai saat ini masih belum ada kepastian.

Kades menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Baik itu secara tertulis, kekeluargaan maupun birokrasi untuk mendapat simpati pemerintah daerah terkait kondisi jalan yang rusak parah tersebut.

“Lisan, tulisan, dan pemerintahan sudah kita beritahukan pemda, kemarin Bupati minta dibuatkan surat sebagai pengingat agar bisa masuk tahun ini, saya langsung buatkan,” ujarnya.

Pihaknya dari pemerintah desa sangat berharap agar pemerintah daerah turun tangan dengan cara membangun atau memperbaiki infrastruktur jalan tersebut pada tahun ini. Sebab, jalan tersebut merupakan akses vital bagi lima dusun yakni Dusun Piang, Dusun Pampang Lauk, Dusun Sekong, Dusun Loang Landak, dan Dusun Sekendang.

Selain itu, ruas jalan tersebut juga menjadi akses pendidikan. Dimana, terdapat sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan juga SMA. Kendati tidak ada murid dari luar wilayah tersebut, namun tenaga pengajar di sekolah tersebut banyak dari luar dusun tersebut, sehingga proses pembelajaran terhambat jika kondisi jalan rusak terus dibiarkan rusak parah alias tidak ditangani segera.

“Kami mohon kepada pemda, minimal tahun ini harus dikerjakan,” harapnya.

Panjang ruas jalan yang masuk wilayah Desa Sengkol sendiri sebutnya ada sekitar 2,5 kilometer. Sementara sisanya itu merupakan wilayah Desa Pengembur. Yang jelas, ruas jalan tersebut merupakan penghubung antar desa.(ndi)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 352

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *