Rudal Demo, Persoalkan Pupuk dan Bantuan Sapi

F demo

KHOTIM/RADAR MANDALIKA DEMO: Massa Rudal saat aksi di depan kantor Dinas Pertanian Lombok Tengah, kemarin.

PRAYA—Belasan warga yang tergabung dalam ruang diskusi anak lingkar (Rudal) Lombok Tengah (Loteng) melakukan aksi demo ke kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, kemarin.

 Aksi demo ini dilakukan karena kelangkaan pupuk subisi dan mempersoalkan bantuan sapi dari pemerintah yang hanya digelontorkan di lima desa yang ada di Kecamatan Pujut saja.

Koordinator aksi Rudal, Ahmad Wahyudi mengatakan, pihaknya melakukan aksi demo ini untuk mempertanyakan pada dinas terkait dengan kelangkaan pupuk belakangan ini. 

“Karena kalau pupuk ini dibiarkan langka, petani terancam gagal panen,” ungkapnya, kemarin.

Ia menduga, kelangkaan pupuk di wilayah Loteng ini terjadi karena adanya indikasi penyelewengan atau permainan dari oknum-oknum tertentu. Hal itu terbukti dari pelanggaran yang ditemukan di wilayah Kecamatan Janapria. Dimana pupuk yang seharusnya distribusikan untuk kelompok tani di kecamatan setempat, namun malah akan dijual ke daerah lain.

“Ini sangat parah sekali,” tegasnya.

Seharusnya, pihak dinas tidak membiarkan pelanggaran itu terjadi. Dinas melalui Kabid terkait agar turun ke lapangan untuk mengkroscek langsung. Jangan hanya memantau dari kantor saja. 

“Apabila Kabid tidak mampu untuk melakukan pngawasan, kami minta Kadis segera menggantinya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Kusuma Wardana. Ia menyatakan, banyak pelanggaran yang terjadi terkait pupuk ini. Salah satunya juga adalah, banyak oknum yang menjual pupuk di atas harga yang ditentukan pemerintah.

“Ini harus diperhatikan. Jangan sampai petani nantinya gagal panen karena kelangkaan terjadi,” tuturnya.

Selain persoalan pupuk, pihaknya juga mempertanyakan bantuan 1000 sapi hanya diperuntukkan bagi 5 desa di Kecamatan Pujut. Seharusnya bantuan itu dibagi rata di setiap kecamatan agar merata.

“Kalau masalah pakan, saya yakin semua peternak sanggup,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri menyatakan, untuk bantuan sapi tersebut pihaknya sudah mengusulkan tujuh kecamatan pada pemerintah pusat. Hanya saja, pemerintah pusat hanya menujuk lima desa di satu kecamatan tersebut saja. Alasanya, karena pakan yang memadai dan lima desa ini merupakan desa penyangga dari KEK Mandalika.

 “Kami kepingin semua kecamatan dapat bantuan itu. Tapi itu merupakan kewenangan dari pusat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Loteng, Lalu Iskandar menyatakan persoalan kelangkaan pupuk terjadi di semua daerah saat ini. Hal itu karena memang kuota yang didapatkan tahun ini kurang.

“Memang jatah kita sangat kurang dari yang kita usulkan,” jawabnya. (tim/jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

NW Akan Optimalkan Teknologi Digital

Read Next

Zul-Rohmi Pilih Industrialisasi untuk Kebut Pembangunan NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *