DIKELUHKAN: Warga mengantri untuk mengambil obat di apotek di RSUD Praya, Loteng, belum lama ini. (IST/RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Loteng mengatensi sebagian masyarakat yang mengeluhkan pelayanan pengambilan obat berjam-jam di apotek rumah sakit tersebut. Direktur RSUD Praya, dr Mamang Bagiansah mengatakan, pihaknya akan memperluas area pelayanan pengambilan obat di apotek.

“Sudah menjadi atensi kami, katanya pada Radar Mandalika, belum lama ini.

Dia menerangkan, pihaknya akan memperluas area layanan pengambilan obat di apotek rawat jalan tersebut. “Karena saat ini desainnya menyebabkan hanya satu lubang layanan. Akhir pekan ini akan segera di eksekusi, sehingga antrian pasien menjadi terurai,” jelasnya.

Selain itu, ke depan, kata dia, pihaknya di RSUD Praya juga akan menyiapkan layanan pengantaran obat langsung ke pasien. Tapi untuk tahap awal, tambah dia, kemungkinan layanan antar obat ini akan dilakukan untuk wilayah Kota Praya dulu. “Sehingga pasien tidak perlu menunggu obat di RS (RSUD Praya, red),” terangnya.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan pelayanan pengambilan obat di rumah sakit plat merah tersebut. Demi mendapatkan obat mereka harus mengantri berjam-jam di apotek rumah sakit tersebut.

Salah seorang warga yang enggan dikorankan namanya, mengeluhkan lamanya proses untuk mendapatkan obat di apotek.

“Saya sendiri rasakan hari ini (kemarin, red), saya harus nunggu 2 jam baru dapat obat,” ujarnya, belum lama ini.

Menurutnya, antrian untuk mendapatkan obat di apotek RSUD Praya parah. Betapa tidak, dia pun memberi gambaran bagaimana situasi di apotek rumah sakit tersebut saat itu.

Diungkapkannya, kursi tunggu di apotek penuh. Sehingga ada yang harus berdiri dan ada juga yang terpaksa menunggu di luar apotek.

“Masa RSUD kabupaten cuma punya satu apotek, kasian ratusan masyarakat antre berjam-jam hanya untuk mengambil obat,” cetusnya.

Disebutkan, hanya dua orang yang bertugas di loket apotek yang melayani banyak orang yang harus segera mendapatkan obat. Pelayanan pengambilan obat di apotek RSUD Praya benar-benar dikeluhkan masyarakat.

“Kalau begini terus, orang sakit bisa mati, orang sehat bisa sakit,” sentilnya. (RM)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 827

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *