SERAP ASPIRASI : Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Hadrian Irfani saat menyerap aspirasi masyarakat Desa Lelong Praya Tengah, Sabtu (3/6/2023). (JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA)

LOMBOK TENGAH – Puluhan tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama terlihat antusias menyambut kedatangan Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Hadrian Irfani saat melakukan reses alias serap aspirasi masyarakat di Desa Lelong Kecamatan Praya Tengah, Loteng, Sabtu (3/6/2023).

Lalu Hadrian menegaskan, kondisi saat ini terutama di Lombok Tengah masih banyak persoalan kebutuhan masyarakat yang belum tuntas. Baik masalah infrastruktur jalan, kesehatan yaitu stunting maupun masalah ekonomi. Karenanya, ia hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung masalah yang tengah dihadapi masyarakat setempat.

“Selama saya menjadi anggota DPRD NTB Dapil VII sudah banyak kebutuhan masyarakat saya bantu. Hari ini saya hadir untuk reses kembali dalam rangka mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di bawah,” ungkap Hadrian.

IMG 20230603 WA0032

Lelong, lanjutnya desa pertama yang ia kunjungi setelah dilantik menjadi Anggota DPRD NTB tahun 2019 lalu. Sehingga di Lelong yang merupakan desa pemekaran dari Desa Kelebuh sebelumnya itu sudah banyak program yang ia realisasikan.

“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat disini saya siap fasilitasi (penuhi),” janjinya.

Hadrian mengatakan jika masih ada kebutuhan masyarakat lain yang belum dipenuhi bukan berarti dirinya berbohong melainkan masih banyak desa lain yang tersebar di 6 Kecamatan di wilayah utara Lombok Tengah juga ia bantu.

“Kalau selama ini ada yang belum bisa saya penuhi harus dipahami. Tiang ini mewakili 6 kecamatan. Jadi desa-desa yang lain juga saya bantu,” terangnya.

Politisi yang juga Ketua DPW PKB NTB itu juga mengatakan keterbatasan anggaran daerah juga menjadi persoalan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB saat ini hanya Rp 5,7 triliun. Dari jumlah itu hanya 30 persen di alokasin untuk pembangunan.

“Jadi anggaran terbatas juga menjadi kendala,” jelasnya.

Meski demikian dengan keterbatasan tersebut bukan berarti dirinya tidak bisa berbuat bagi masyarakat. Justru banyak cara yang sudah ditempuhnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibawah.

“Alhamdulillah saya selalu bantu masyarakat terutama Lelong ini. Nah mangkin (sekarang) silahkan ajukan apa yang masih menjadi kebutuhan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lalu Hadrian pun banyak mendengar/menerima aspirasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Diantaranya rabat jalan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lelong yang dimanfaatkan oleh enam dusun.

Berikutnya Hadrian juga akan memprioritaskan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT). Sebab masyarakat banyak mengeluh hasil panen mereka susah diakses lantaran kondisi jalan rusak. Berikutnya lapangan sepak bola Desa Lelong masuk dalam prioritas.

“Ada juga usulan terop. Kalau terop semoga ada di APBD Perubahan,” katanya.

Jika usulan masyarakat Lelong tidak bisa ia realisasikan di APBD perubahan tentunya akan masuk dalam program skala prioritas awal tahun 2024.

“Kalau tahun ini tidak bisa masuk usulan tersebut nanti kita masukkan di APBD 2024 awal tahun,” katanya.

Selain mendengar langsung kebutuhan masyarakat, Hadrian juga cukup mengatensi persoalan stunting di desa tersebut. Di satu dusun saja seperti Dusun Embung Belek angka stunting mencapai 120-an orang. Sehingga dalam waktu dekat ia akan mengumpulkan kader Posyandu untuk diberikan pengarahan.

“Nanti akan diberikan bantuan oleh Dinas Kesehatan NTB,” ungkapnya.

Hadrian mengatakan salah satu penyebab anak stunting adalah pernikahan dini. Kesiapan mental bagi mereka yang nikah dini sangat rendah sehingga ketika melahirkan sangat berpengaruh kepada anak mereka.

“Stunting banyak, penyebabnya kawin muda. Akibat dari nikah muda. Ini yang harus dicarikan solusinya segera,” paparnya.

Hadrian juga banyak menyerap masalah lainnya seperti belum jelasnya pembangunan Dam Mujur, pupuk langka, pengangguran dan juga para TKI yang masih percaya rayuan calo atau tekong. Padahal kebijakan pemerintah saat ini berangkat ke Malaysia sudah gratis kecuali biaya paspor saja yang tidak ditanggung.

“Masalah-masalah tadi harus dicarikan solusi. Saya sebagai wakil rakyat siap membantu kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(jho)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 327

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *