RAZAK/RADAR MANDALIKA LOMBA: Kades Mekar Damai, M Yani dan Koordinator Gizi Puskesmas Aikmual, Himmatul Fajri (empat dari kanan) berfoto bersama kader sambil menunjukkan kreasi PMT di aula kantor desa, kemarin.

PRAYA – Dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) Desa Mekar Damai ke 12 tahun 2022, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Damai, Kecamatan Praya, Lombok Tengah menggelar lomba kreasi pemberian makanan tambahan (PMT). Kegiatan lomba yang diikuti semua kader posyandu ini digelar di aula kantor desa setempat, Kamis (15/12).

Kepala Desa (Kades) Mekar Damai, M Yani menyebutkan, kegiatan ini sengaja digelar dengan beberapa tujuan. Pertama, untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemberian PMT pada anak sesuai dengan standar. Kedua, memanfaatkan bahan makanan lokal dijadikan PMT untuk diberikan pada anak. Sehingga tidak lagi memberikan makanan dari hasil olahan pabrik dengan bahan pengawet.

“Intinya para kader posyandu untuk berkreatif. Tidak berpangku pada anggaran yang ada,” katanya.

Pantauan di lapangan, para kader posyandu terlihat sangat antusias dalam mengikuti lomba kreasi PMT. Lomba ini pun melibatkan pihak dari Puskesmas Aikmual. Para kader dari masing-masing posyandu menyuguhkan hasil kreasi PMT yang dilombakan.

“Mereka sangat antusias. Bisa berkreasi sesuai dengan kebutuhan yang sifatnya makanan tambahan,” ujar Yani.

Dikatakan, untuk pemenang lomba ini akan diumumkan sekaligus pemberian hadiah di saat acara puncak peringatan perayaan HUT Desa Mekar Damai ke 12 pada hari Minggu, tanggal 18 Desember 2022.

Di tempat yang sama, Koordinator Gizi Puskesmas Aikmual Himmatul Fajri memberi apresiasi kepada pemdes yang menggelar lomba kreasi PMT yang diikuti para kader posyandu. Sebab, PMT ini berkaitan dengan pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada anak.

“Sangat bangga, sangat senang karena ini sangat bermanfaat dan berguna untuk pekerjaan mereka (para kader posyandu) ke depan di lapangan,” katanya.

“(Dalam lomba kreasi PMT) bahan makanan yang digunakan adalah makan-makanan lokal yang ada di wilayah setempat dalam rangka mencegah stunting,” katanya lagi.

Dia menerangkan, PMT yang dilombakan tersebut sesuai dengan PMI yang dibuat setiap bulan oleh kader. Yaitu menu PMT yang dibuat menggunakan bahan lokal. “PMT yang dilombakan ini disesuaikan dengan usia anak, sesuai frekuensi yang diberikan kepada anak sesuai umurnya, teksturnya seperti apa, kebersihannya. Itu yang dikreasikan tadi,” jelasnya.

Dalam lomba tersebut, menu PMT yang dibuat para kader harus memenuhi empat kriteria. Ada karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan mineral yang berasal dari buah dan sayur. “Yang dilombakan di sini itu PMT untuk anak usia 6 sampai 11 bulan, dan sama makanan keluarga,” ujarnya.(zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 408

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *