KLU–Sebagai kawasan wisata dunia, tiga gili menjadi salah satu pusat kunjungan
wisatawan asing ke Lombok Utara. Untuk itu, perlu diantisipasi agar tidak ada
penularan virus Covid-19 di daerah. Pemerintah pun melakukan penyemprotan disinfektan
ke tiga gili, kemarin.
Penyemprotan ini melibatkan Pemprov NTB, Pemkab Lombok Utara, dan pihak Brimob
Polda NTB. Sekitar 250 personel diterjunkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
“Dari ratusan personel ini dibagi untuk mengcover tiga pulau (Trawangan,
Meno dan Air),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara, dr. Lalu
Bahrudin.
Lokasi yang disemprotkan disinfektan adalah fasilitas umum, pasar, sekolah,
sejumlah penginapan, serta restoran yang diprioritaskan. Hal ini dilakukan
sebagai pencegahan perkembangan virus sekaligus menjaga kebersihan. Sehinga
masyarakat lokal maupun wisatawan tidak ada yang terpapar virus berbahaya. “Fokus
sasaran memang pada lokasi yang kerap kali dikunjungi oleh banyak orang,” kata
dia.
Selain penyemprotan cairan disinfektan, titik pengecekan
juga telah didirikan di Pelabuhan Bangsal. “Pustu kan ada. Kalau ada apapun
dengan masyarakat atau wisatawan yang sakit segera mungkin menghubungi petugas
kesehatan kami. Kita akan tempel pengumuman sekaligus menempelkan nomor kontak.
Kalau cleanning itu terpusat di Bangsal, makanya kita banyak nambah personel di
sana,” katanya.
“Mulanya kemarin petugas sampai jam 12 siang, tapi kita tambah jadi sampai 5
sore. Karena kebijakan supaya satu pintu penyeberangan melalui Bangsal, kita
juga rencana akan shiftkan untuk jaga di Bangsal,” jelasnya.
Dijelaskan, sejauh ini untuk Lombok Utara baru tercatat dua orang terkatagori
Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dinas Kesehatan langsung mengambil langkah sigap
dengan melakukan rujukan ke RSUP NTB. Apakah kasus itu menjadi suspect
alih-alih positif, pihaknya tidak tahu secara pasti. Sebab akan menjadi
kewenangan Pemprov untuk mengekspose kasus tersebut. “Dua pasien dalam
pengawasan sudah kita rujuk. Tapi positif tidaknya kami belum tahu, rujukannya
dari Puskesmas Gangga,” jelasnya.
Mengenai peralatan sendiri, mantan Dirut RSUD Tanjung itu mengaku jika Lombok
Utara sudah memiliki scanner guna mengecek suhu tubuh. Alat itulah yang
dimanfaatkan untuk memeriksa suhu tubuh wisatawan yang akan masuk di Pelabuhan
Bangsal. Di jajaran Puskesmas juga sudah diinstruksikan untuk membeli alat
serupa, sehingga masyarakat yang merasa sakit bisa ketahuan apakah terindikasi
atau tidak.
“Termasuk lokal pun kita periksa. Untuk penyediaan alat scanner kita ada
kerjasama dengan KKP. Dan di Puskesmas sudah kita instruksikan untuk beli alat
itu,” ucapnya.
Pihaknya mengimbau supaya para pengusaha di tiga gili maupun masyarakat Lombok
Utara secara umum lebih meningkatkan kewaspadaannya. Mengingat Covid-19 sudah
tercatat oleh WHO sebagai pandemi yang kini menyerang semua orang di belahan
dunia. Namun demikian, masyarakat diminta supaya tidak khawatir berlebihan
karena hal itu justru menganggu dan menurun daya tahan tubuh. (dhe/r3)