banner 300x600

Rasain, Jambret Kalung Emas Ditangkap

  • Bagikan
f jambret 1
IST/RADAR MANDALIKA JAMBRET: Aparat kepolisian saat mengamankan pelaku jambret, kemarin.

PRAYA—Anggota Polsek Jonggat berhasil membekuk pelaku jambret kalung emas, kemarin. 

Pelaku, Abdul Aziz (26) ditangkap di rumahnya di Dusun Genteng, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti (BB) kendaraan roda dua, helm dan pakaian yang digunakan pelaku dalam beraksi.

banner 300x600

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono mengakui, telah menangkap pelaku jambret kalung emas.

“Sekarang pelaku sudah diamankan di Polsek untuk menjalani pemeriksaan pengembangan,” katanya, kemarin.

Ia menegaskan, pelaku melancarkan aksinya pada Minggu sekitar pukul 10.00 Wita.  Dimana saat itu korban Rohana warga Desa Jelantik menggunakan kendaraan roda baru pulang dari Pasar Puyung.

Namun pada saat melintas di jalan raya depan pekuburan umum Dusun Batu Nyembah, Desa Nyerot, pelaku datang dari arah timur langsung menyambar kalung emas milik korban dan kabur ke arah barat. Korban yang mengetahui kalungnya dijambret sempat mengejar pelaku sampai simpang empat Desa Jelantik, tapi korban kehilangan jejaknya. 

Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta. Sebab dua buah kalung emas dengan berat masing-masing 4 gram dan 3 gram berhasil dibawa kabur pelaku.  Atas kejadian itu, korban langsung melaporkannya pada Polsek Jonggat.  Anggota yang menerima laporan kemudian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.  

“Modus yang dilakukan pelaku ini, dengan mengincar sasaran perempuan yang mengendarai motor, sambil membawa tas atau memakai perhiasan yang memang sangat mencolok,” ucapnya.

Dengan perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal termasuk dalam pencurian dengan kekerasan sebagai mana yang diatur dalam Pasal 365 ayat 1 hingga 4 KUHP dengan ancaman hukuman 9 hingga 20 tahun penjara.

“Kita hanya menjalankan hukum yang sudah ada, semuanya sudah diatur dalam KUHP. Jadi bagi siapa saja yang melakukan pidana semacam ini sudah ada sanksi hukumannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa menyatakan, memang kasus ini menjadi atensi aparat kepolisian. Bahkan, pihaknya akan  mengintensifkan patroli dan operasi kewilayahan. Namun, yang menjadi sorotan kali ini adalah, kebanyakan korban jambret adalah kaum wanita, baik ibu-ibu atau pun remaja putri selama ini. Hal ini dikarenakan, mereka menjadi sasaran empuk pelaku, karena dianggap lemah dan tidak mungkin mengejar saat barang yang diincar berhasil diambil.

 “Sehingga kami terus mengantisipasi berupa pencegahan dengan meningkatkan patroli. Dan tetap memenkankan agar masyarakat diharapkan berhati-hati, terutama ibu-ibu dan remaja putri yang sering menjadi sasaran,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar tidak membawa barang-barang yang mencolok atau berharga yang bisa mengundang niat jahat. Untuk wilayah yang dianggap rawan. Ia menyatakan, semua rawan.

“Kalau ada kesempatan pasti mereka melakukan. Makanya selama ini banyak mereka juga ditangkap warga,” tendasnya. (jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *