PRAYA – Forum Pemuda di Dusun Letek 1 Desa Rambitan, Kecamatan Pujut menyoroti proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) tahun 2019.
Pemuda setempat menduga, ada yang janggal dengan program tersebut. Perwakilan pemuda di Desa Rembitan, Junaidi kepada wartawan radarmandalika.id membeberkan dugaan kejanggalan proyek itu.
Katanya, proyek ini sumber anggaran dari APBD Rp 295 juta, dan Apbdes tambahan Rp 48 juta. Sementara lama pengerjaan 120 hari, tapi disebut Junaidi molor sampai enam bulan.
“Kalau diestimasikan manual anggaran tersebut tidak akan habis, dengan bukti fisik yang ada, ini jangan sampai ada korupsi berjamaah,” sebutnya.
Junaidi menambahkan, di Dusun Lentek 1 sudah dibuat pengeboran tiga kali, pada pengeboran pertama mengalami kegagalan, alasan debit air tidak mencukupi dengan kedalaman 66 meter. Selanjutanya pengeboran yang kedua dengan debit airnya 0,5 liter per detik dengan kedalaman 70 meter, dimana pada tahap ini menelan anggaran 45 juta. Berikutnya pengeboran ketiga sedalam 80 meter.
“Dan yang paling membuat masyarakat geram yakni adanya video yang menyatakan Pamsimas sukses, dimana tempat merekam video pada air mengalir tersebut merupakan proyek kurang lebih 5 tahun silam,” ungkapnya.
Sebelumnya kata Junaidi, sempat ada etikad baik dari pemdes, dimana menyarankan komunikasi dengan baik karena ada kucuran dana berikutnya dan akan membuka jalur mata air mata baru, akan tetapi warga tidak ingin proyek pemerintah tumpang tindih dan dikatakan berhasil tapi kenyataan di lapangan nol besar.
“Jangan sampai ini merupakan praktek “menjual rakyat”, kami hanya meminta transparansi dan hasil kerja nyata tanpa adanya pembohongan publik,” tegasnya.
Sementara itu, Sekdes Rambitan, L Kedim Marzuki Yahya yang dikonfirmasi Radarmandalika.id menyampaikan, terkait proyek Pamsimas ini pihaknya mengaku telah selesai dan tidak ada permasalahan.
“Proyek ini sudah selesai, meskipun debit air tidak sesuai seperti yang diharapkan, masyarakat tidak ada yang komplin,” klaimnya singkat.(r2)
Mantap jawaban singkatnya ya,, artinya selagi tidak ada yang komplain meskipun produk gagal tidak masalah. Tunggu anggaran baru buat lagi, gagal lagi tunggu anggaran baru buat lagi dan lagi. Boleh jabatan itu diserah terimakan pak ke anak muda itu aja, Junaidi. Biar dia yang bekerja maksimal tanpa menunggu komplain mayarakat,, bapak cocok duduk dikursi customer service, dibalik telepon. jika ada komplain baru ditangani. Artinya dari desa pun sudah tau debit air kurang dan video PAMSIMAS OK direstui meskipun tidak ada air dialirkan ke rakyat. Itu video uji coba airnya loh, artinya deras dan ok,, “uji coba settingan” sekarang hanya koordinator pelaksana aja yang menikmati air yang debitnya kurang itu. Mantap pak kerja kalian, lanjutkan permainannya. Mudahan semakin barokah kalian yang menutup mata untuk kami. Cuekinn aja teruss
Yang saya herankan dan merasa bertanya tanya pada proyek pamsimas ini, apa tujuan membuat video padahal tidak sesuai kondisi dilapangan…