Raden Winata Darmajaya

KLU—Petani umbi Porang Kabupaten Lombok Utara (KLU) bakal menjadi salah satu pemasok pabrik olahan yang memproduksi tepung Glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industrimanufaktur 4.0.

PT Reza Nayatama yang beberapa waktu lalu meresmikan pabrik Porang dengan jumlah investasi sebesar Rp 70 miliar itu melirik KLU sebagai salah satu pemasok terbesarnya.

Pegiat UMKM Lombok Utara yang juga pengurus BPD NTB Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Raden Winata Darmajaya mengatakan, umbi Porang KLU mendapat kesempatan untuk membuktikan kualitasnya.

Tentu ini adalah kabar baik untuk petani Porang yang ada di Lombok Utara yang tergabung dalam koperasi Berkah Gumi Lombok (BGL).

“Lombok Utara sebagai daerah satu-satunya di NTB yang mempunyai Petani Porang dan memiliki lahan sangat luas, bahkan petani Porang Lombok Utara lahannya sudah tersertifikasi,” ungkap Raden Winata Darmajaya, belum lama ini.

Pabrik itu juga merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industrimanufaktur 4.0.

Pabrik berlokasi di Kecamatan Sekotong ini, katanya, diresmikan oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah itu mampu menyerap 483 ton umbi Porang setiap bulan sebagai bahan produksi, dan diproyeksikan mampu memproduksi 20 ton per bulan atau 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun.

Menurutnya, ini kabar baik untuk para petani Porang KLU. Kendati kerjasama untuk pemenuhan bahan baku porang bisa dipenuhi petani KLU.

“Untuk umbi Porang KLU akan diolah menjadi 3 varian turunan Porang siap saji, yaitu beras Porang, tepung dan jelly,” ujarnya.

“Kerjasama petani Porang KLU dengan BGL sendiri mampu menyediakan 1.000 Ton bahan baku Porang,” imbuhnya.

Raden Jaya menambahkan, Lombok Utara semestinya menjadi  daerah yang memproduksi Porang siap saji, bukan sebagai daerah penyuplai bahan baku ke daerah lain.

Kendati ke depan, semua akan terwujud ketika semua stakeholder bisa bekerjasama dengan baik terutama suport dari pemerintah daerah.

“Harapannya pemerintah daerah bisa membaca peluang ini, karna terkait umbi Porang kita sudah satu langkah di depan di bandingkan daerah lain,” ungkap Raden.

Terakhir, katanya, petani Porang KLU yang saat ini di bawah binaan PT. Astra Internasional sangat berharap dana pembinaan yang diberikan masih terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Mengingat petani Porang KLU masih sangat memerlukan dukungan dari pengolahan bahan baku menjadi produk jadi,” cetusnya.(dhe)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 371

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *