Polres Lobar Ungkap 592 Kasus Kejahatan

F—KASUS scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GIRING: Para tersangka tindak pidana yang diamankan Polres Lobar dalam operasi KKYD saat digelandang di Mapolres Lobar, Rabu (30/12) lalu.

LOBAR—Polres Lombok Barat (Lobar) merilis total kasus kriminal yang berhasil diungkap jajarannya selama tahun 2020. Sebanyak 592 kasus berhasil diungkap dengan persentase penyeleseian 68 persen. Sedangkan sisanya masih tahap penyidikan di tingkat Satreskrim Polres Lobar. Selain itu selama setahun, sekitar 60 tersangka sudah diamankan Satreskrim Polres Lobar. Baik yang sudah bebes maupun masih ditahan.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo mengatakan, kasus itu didominasi kejahatan konvensional atau pencurian. Baik itu pencurian rumah, jambret, curat hingga curanmor. Jumlah itu diakuinya menurun jika dibandingkan kasus di 2019 lalu.

“Ini menjadi bahan evaluasi buat kita untuk semakin meningkatkan kinerja personel Polres Lobar di sisi yang lain,” ungkap Bagus yang didampingi para kasatnya saat jumpa pers di Mapolres Lobar, Rabu (30/12) lalu.

Meski demikian pihaknya cukup mendapat prestasi pada operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) mendekati akhir tahun. Pasalnya Polres Lobar menempati posisi kedua jajaran Polres NTB yang pengungkapan kasusnya besar setelah Polresta Mataram. Bagus mengungkapkan selama 14 hari operasi itu pihaknya berhasil mengungkap 63 kasus dengan rincian 3 kasus masuk Target Operasi (TO) dan 60 non TO. Dengan puluhan barang bukti yang diamankan. Mulai dari handphone, alat elektronik hingga tabung gas.

Jika dilihat dari per kecamatan wilayah kasusnya, wilayah Labuapi dan Gerung menjadi tertinggi. Terutama pada perumahan. Lantaran para pelaku itu mengincar rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya. Pihaknya pun terus melakukan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat demi meningkatkan kewaspadaan. Ia menilai, masyarakat perlu lebih berpartisipasi menjaga barang miliknya sendiri. Disamping kegiatan patroli yang tetap ditingkatkan jajaran Polres Lobar. “Kalau memang ada masyarakat yang meninggalkan rumahnya kami imbau agar menginformasikan kepada kepolisian,” imbaunya.

Menyinggung Kasus Pidana Korupsi (Tipikor) sepanjang tahun 2020 sebanyak 3 kasus ditangani. Seluruhnya merupakan kasus Dana Desa (DD). “Satu sudah P21 dua masih dalam penyelidikan,” ungkap Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar, Ipda Muhammad Baejuli menambahkan.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

GM Angkasa Pura Tidak Mau Komentar

Read Next

Pendaki Gunung Rinjani Meninggal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *