Polisi Usut Dugaan Penyimpangan Bantuan RTG

F RTG.. 1 scaled

KASUS RTG: Salah satu RTG yang sudah terbangun. Kini polisi sedang mengusut dugaan penyimpangan bantuan RTG di dua desa.

LOBAR—Polres Lombok Barat (Lobar) terus mengusut dugaan penyimpangan bantuan rumah tahan gempa (RTG) di dua desa di Lobar. Yakni di Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung dan Jagaraga Kecamatan Kuripan. Proses pengusutan kasus ini masih tahap penyelidikan. Dengan melibatkan BPKP p untuk melakukan audit investigasi kasus. “Untuk di Desa Jagaraga, masih dalam penyelidikan dan sudah dilakukan ekspose bersama BPKP untuk dilakukan audit investigasi, dan sekarang masih berlangsung,” ungkap Kanit Tipikor Satreskrim Polres Lobar, Ipda Muhammad Baejuli, kemarin.

Menurutnya, pada proses penyelidikan ini didalami apakah ada perbuatan hukum atau tidak. Sekaligus terkait kerugian negara yang dapat ditimbulkan, sehingga diperlukan audit investigasi oleh BPKP.

Diakuinya, ada kendala yang dihadapi dari proses tahapan yang dilalui. Terkait belum didapatkanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Sehingga pihaknya melakukan berbagai upaya, termasuk berkomunikasi dengan pihak terkait. Salah satunya masyarakat yang bertanggung jawab untuk membuat LPJ tersebut. “Baru beberapa minggu yang lalu kami sudah dapatkan (LPJ) tinggal sekarang kami memaksimalkan,” jelasnya.

Ia berharap dalam waktu tak terlalu lama, BPKP bisa memaksimalkan hasilnya. Begitu pula bantuan RTG di Kebon Ayu Gerung sudah dilakukan ekspose dengan BPKP. Namun belum bisa melakukan perhitungan (kerugian) karena menunggu hasil dari Desa Jagaraga. Namun dipastikan proses pengusutan kasus ini tetap berlanjut.

Diketahui, berdasarkan data BPBD Lobar terdapat 4.747 unit Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) belum selesai dibangun. Di antara ribuan ikut RTG ini banyak di antaranya dalam proses pembangunan dan tidak sedikit yang mangkrak akibat ditinggal oknum aplikator nakal. Beberapa RTG yang pengerjaannya mandek ini pun sudah ditindaklanjuti oleh BPBD, sehingga aplikator melanjutkan pembangunannya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Lobar, Joko Marhaendriyanto menyebutkan total RTG yang sudah selesai pengerjaan 100 persen sebanyak 66.180 unit atau 91,90 persen. Terdiri dari rusak berat 10.868 unit, rusak sedang 11.889 unit, rusak ringan 42.950 unit dan bangun mandiri 473 unit.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mantan Kades Mangkir Panggilan Polisi

Read Next

Hari Ini KPU Dompu Digugat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *