Mantan Kades Mangkir Panggilan Polisi

F BAEJULI PEMANGGILAN scaled

Ipda Muhammad Baejuli

LOBAR—Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Desa (Sekdes) Terong Tawah Kecamatan Labuapi akhirnya dipanggil pihak tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar), kemarin. Setelah kedua mantan pejabat desa itu ditetapkan statusnya menjadi tersangka atas dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) 2018.

Sayangnya pada pemanggilan pertama tersebut, mantan kades berinisial SH tidak hadir. Alasan yang disampaikan, karena kuasa hukum SH sedang berada di luar daerah. Sedangkan mantan Sekdes inisial BH hadir namun tak bisa dilakukan pemeriksaan lantaran belum menunjuk kuasa hukumnya. “Kita kasih waktu paling lambat besok (hari ini, red) sudah ada kepastian (ada kuasa hukumnya). Untuk sementara belum (diperiksa),” ungkap Kanit Tipikor Satreskrim Polres Lobar, Ipda Muhammad Baejuli yang dikonfirmasi diruang kerjanya.

Dikatakan, pada pemanggilan berikutnya adalah untuk pemeriksaan sebagai tersangka atas dugaan penyimpangan penggunaan DD tahun anggaran 2018 lalu. Karena dari penyelidikan, terdapat beberapa temuan atas pengerjaan proyek fiktif hingga mark up harga. Akibatnya menimbulkan kerugian negara mencapai sekitar Rp 488 juta lebih. “Setelah dilakukan proses perhitungan oleh BPKP ada temuan Rp 488 juta lebih. Itu untuk DD 2018,” bebernya.

Sebelum penetapan dua tersangka tersebut, polisi sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 30 orang. Baik itu masyarakat, perangkat pemerintah desa, pihak ketiga yang mengerjakan proyek hingga dinas terkait. Dari pemerikaaan itulah, polisi sejauh ini baru menetapkan mantan kades dan mantan sekdes sebagai tersangka.

Terkait kemungkinan adanya tersangka baru, Baejuli belum berani menyimpulkan.

“Kita tunggu hasil proses penyidikan. Yang jelas kita akan berupaya semaksimal mungkin. Kalau nanti ada yang terseret ya akan kita tetapkan lagi tersangka,” imbuhnya.

Nantinya setelah pemeriksaan kedua tersangka itu, pihaknya baru berani melakukan langkah lebih lanjut. Seperti penahanan. Ia memastikan pemanggilan kembali dilakukan pada hari ini, jam 1 siang. Pihaknya pun memberikan batas waktu bagi mantan Sekdes untuk menunjuk kuasa hukumnya. Sedangkan bagi mantan kades akan dilakukan pemeriksaan pada pekan depan. Karena masih menunggu kuasa hukumnya datang dari luar daerah.

“Karena informasinya pengacaranya (mantan kades) akan datang minggu depan,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kader PKS Tidak Dukung Masrun-Habib

Read Next

Polisi Usut Dugaan Penyimpangan Bantuan RTG

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *